Ilustrasi

Sigli (RA) – Petugas kebersihan Hotel Grand Blang Asan Kota Sigli, Kabupaten Pidie, menemukan senjata api laras panjang AK 47 beserta 28 butir amunisi aktif. Ia menemukan di kamar nomor 106 persis di bawah meja kerja dalam kamar itu.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, kemarin. Pihak kepolisian setempat, hingga kemarin sore belum bersedia memberikan keterangan terkait kasus tersebut. Seorang saksi, pada Rakyat Aceh mengaku awalnya mengira ada tamu yang tertinggal tas berwarna hitam.

Ia berusaha mengangkat tas tersebut, namun terasa berat. Penasaran dengan isi tas, ia memberanikan diri untuk membukanya. Kaget ternyata dalam tas ada senjata api, ia langsung melaporkan ke manajer hotel dan pihak kepolisian.

“Saya sedang bersih kamar pak, saya lihat ada tas hitam, karena saya kira milik tamu yang tertinggal saya coba angkat untuk diturunkan ke tempat resepsionis. Ternyata berat dan berbunyi seperti besi. Saat coba buka saya terkejut ternyata AK 47, langsung saya laporkan, jangan tanya lagi pak, saya cuma petugas tidak tahu apa-apa,” terang saksi itu, Senin (28/11).

Sementara itu Manajer Hotel, Andri Fauzi (30), mengaku bahwa Senin tengah malam, hotelnya kedatangan tamu untuk menginap. Inisialnya FD (51), merupakan warga Banda Aceh. Tamu itu menyewa tiga kamar yakni 102, 104 dan 106 untuk tujuh tamu lainnya.

“Mereka keluar hotel sekitar pukul 08.00 WIB, setelah itu petugas kamar mencoba membersihkan hotel dan menemukan senjata tersebut,” sebutnya.

Tak ingin bermasalah, Andri langsung melaporkan peristiwa itu pada pihak kepolisian. Ia memastikan barang bukti telah diambil aparat kepolisian. Kapolres Pidie, AKBP Ali Khadafi hingga berita ini diturunkan belum dapat dihubungi.

Penemuan senjata api itu, segera hebohkan warga Sigli. Warga cemas AK 47 itu digunakan untuk memanaskan politik Aceh jelang Pilkada. (zia/mai)