Rafting Geumpang Diminati Turis Asing Keindahan Pidie Tak Kalah dari Sabang

SIGLI (RA) – Wisata Arung Jeram (Rafting) di Sungai Geumpang, Kabupaten Pidie, mulai diminati turis asing dan lokal. Hal itu terbukti selama 2016, sudah puluhan turis berkunjung ke Geumpang dan Tangse, guna menikmati indahnya pemandangan Tangse dan olah raga arus deras Krueng Geumpang.

Seperti yang dinikmati oleh Sammy Vermeij, turis asal Belanda, kepada Rakyat Aceh, Senin, (28/11), mengatakan, daerah Pidie sangat indah dan sangat disayangkan jika tidak dikunjungi, apalagi hutan dan sungai di Pidie masih sangat alami serta sungainya yang masih sangat bagus.
“Pidie very natural of the forest, very unfortunate if not frequented and be used. It’s beautiful, the river has really nice. It’s really the tropical (Hutan Pidie sangat alami, sangat disayangkan jika tidak sering dikunjungi dan dimanfaatkan. Indah, sungainya benar-benar indah. Itu benar-benar hutan tropis),” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Chloe, turis asal Canada, dia menyatakan mengapa tidak banyak turis lokal dan mancanegara ke Pidie, padahal daerah ini sangat indah dan berbeda dengan yang sering dilihat di internet, dia hanya melihat keindahan Sabang.

“Unfortunately if not see pidie in aceh. They just see sabang. Pidie is very beautiful and different beautiful with sabang that much I see on the internet (Sangat disayangkan tidak melihat Pidie jika ke Aceh. Selama ini kami hanya melihat Sabang. Padahal Pidie sangat indah dan berbeda indahya dengan Sabang seperti yang banyak saya lihat di internet),” katanya kepada Rakyat Aceh.

Guide Tour Cerita Pidie yang membawa kedua wisman selama ini sangat gencar mempromosikan wisata alam dan olah raga alam liar di Kabupaten Penghasil Emping Melinjo tersebut. Meskipun Pemerintah Kabupaten Pidie, belum memiliki Dinas Pariwisata dan Kabudayaan, kedua bidang tersebut kini masih berada di Sub Bidang Dinas Pemuda Dan Olahraga.

Juru bicara Cerita Pidie, Teuku Rijal, mengatakan tahun ini pihaknya sering mempromosikan wisata Pidie, hal tersebut berefek positif pada perkembangan ekonomi masyarakat setempat, karena kita menggunakan sistem belanja makanan di Gampong terakhir, sehingga perputaran uang ada di Gampong dan Pidie umumnya, bukan diluar Pidie, terangnya.

Setahun ini pihaknya dibantu Ranger telah mengantar puluhan turis lokal dan mancanegara, kebanyakan diantara turis mancanegara ke Pidie guna penelitian, pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Komis Budaya dan Pariwisata, Tgk Jailani M. Yacob, kepada Rakyat Aceh, membenarkan Pidie belum ada Dinas Pariwisata, tapi pihaknya menargetkan awal 2017 Pidie akan memiliki Dinas Kepariwisataan dan Budaya, apalagi telah ada Pp no 18 tahun 2016, yang memerintahkan adanya dinas tersebut di Pidie.

Selain itu, pihaknya sangat berterima kasih kepada komunitas atau organisasi yang mau mempromosikan Pidie dibidang wisata, sehingga hal ini memberikan nuansa positif yang baru. Pidie memili banyak air terjun, hutan dan gunung serta wisata arung jeram yang memantang, jadi daerah ini sangat potensial wisatanya untuk dikembangkan.

“Terima kasih kepada Cerita Pidie, mereka kreatif, tidak menunggu pemerintah melainkan punya inisiatif sendiri untuk membangun daerah, saya harap semua masayarakat Pidie kreatif untuk membangun daerah. Banyaknya turis asing dan lokal di Pidie, akan ada nuansa baru kemajuan Pidie dibidang pariwisata, kami akan adakan Dinas Pariwisata awal tahun depan,” jelas Ketua Fraksi PA DPRK Pidie tersebut kepada Rakyat Aceh. (zia/min)