Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 30 Nov 2016 06:33 WIB ·

Gajah Kembali Beraksi


 CARI MAKAN: Kawanan gajah liar beraasa di perkekebunan warga Blang Gunci, Kecamatan Padang Tijie, Kabupaten Pidie, Minggu (28/11).
ZIAN MUSTAQIN/RAKYAT ACEH Perbesar

CARI MAKAN: Kawanan gajah liar beraasa di perkekebunan warga Blang Gunci, Kecamatan Padang Tijie, Kabupaten Pidie, Minggu (28/11). ZIAN MUSTAQIN/RAKYAT ACEH

Belasan Hektar Kebun Rusak

Sigli (RA) – Gajah liar merusak belasan hektar perkebunan warga di Gampong Blang Gunci, Kecamatan Padang Tijie, Kabupaten Pidie, Senin (28/11) sore. Amatan Rakyat Aceh, kawanan itu berjumlah 17 gajah.
Relawan Ranger Keumala memperkirakan, ada anggota kelompok yang memisahkan diri. Pasalnya, pekan lalu terlihat di Kecamatan Mila jumlahnya mencapai 25 gajah. Saat itu, gajah merusak puluhan hektar kebun warga.
Aksi gajah liar sudah berlangsung sejak sebulan lalu di Kabupaten Pidie. Akibatnya, warga cemas dan tak dapat beraktifitas dengan nyaman.

Sejak dari Mila, Rakyat Aceh bersama Relawan Ranger Keumala mengikuti perjalanan gajah ini. Kawanan itu ditemukan kembali sekitar pukul 18.00 WIB, di kebun dipenuhi pisang dan pohon pinang. Menurut warga setempat kebun tersebut milik Ibrahim, ketua Mukim setempat.

Terlihat dalam hitungan menit, puluhan batang pisang berhasil dimakan dan dirusak kawanan gajah. Sementara warga, hanya bisa melihat dan tak bisa berbuat banyak. Hamdi, warga Blang Gunci, mengaku para warga dan pemilik kebun di kawasan tersebut sejak sepekan terakhir meningkatkan kewaspadaan. Namun menurutnya, kawanan gajah liar itu belum melancarkan serangan ke ke pemukiman.

Menurutnya, hancurnya tanaman di kebun tak membuat warga marah. “Biarkan saja, mereka juga makhluk yang mencari makan sama seperti kami, nanti juga akan pergi sendiri,” sebutnya.

Apalagi kawanan gajah selama ini tidak menyerang warga. “Hanya kebun yang dirusak, saat warga datang dan menyuruh pergi, gajah tersebut akan pergi, mereka mengerti kita,” Kata Hamdani dalam bahasa Aceh.
Relawan Ranger Keumala, Kutsar, memastikan kawanan gajah tersebut merupakan kelompok yang sama saat di Mila. Pekan lalu digiring kembali ke hutan. Sejak empat hari terakhir, kawanan itu memilih menetap di pengunungan Padang Tijie.

Ia mensinyalir, kawanan itu telah terpencar menjadi dua kelompok. “Karena saat di Mila terhitung 25 ekor gajah, sementara di Blang Gunci, hanya 17 ekor yang terlihat,” jelasnya.

Ia memperkirakan, gajah-gajah itu akan bertahan di Padang Tijie, sebab masih banyak makanan di perkebunan warga. Kutsar meminta agar warga yang membuka lahan di kawasan pengunungan, jangan menanam tanaman yang mengundang datangnya gajah, seperti pisang, tebu dan pinang.

“Diperkirakan akan lama di sini, masih banyak makanan mereka. Jika sudah tahu ada makanan enak, mereka akan susah berpindah, meski digiring juga malam harinya akan kembali lagi,” sebutnya. “Warga jika bisa jangan tanam pisang dan pinang di daerah pengunungan ini, tanamnya lebih baik pohon-pohon penyangga air yang bisa dijadikan kayu.” (zia/mai)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Empat Putra Terbaik Pidie Mendaftar ke GERINDRA Menjadi Cagub Aceh, Muhammad Nazar Tampil Cermelang dalam Presentasi Visi-Misi

13 June 2024 - 20:06 WIB

Pj Ketua PKK Aceh Belanja Sajian Dapur di Pasar Tani

13 June 2024 - 19:17 WIB

Peringati Milad ke 55, IAIN Lhokseumawe Gelar Rangkaian Kegiatan

12 June 2024 - 10:26 WIB

Pj Bupati Iswanto Dampingi Pj Gubernur Aceh Tinjau Venue PON Paralayang di Sibreh

7 June 2024 - 20:07 WIB

Warga Krueng Raya Nikmati Pasar Khusus Jelang Idul Adha, 400 Kupon Laris Manis

6 June 2024 - 19:22 WIB

29 May 2024 - 20:10 WIB

Trending di Uncategorized