TERGENANG: Jalan Menuju Ibu Kota Kecamatan Runding digenangi banjir, Aceh Singkil, Senin (28/11). KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Hujan yang terus melanda wilayah Kabupaten Aceh Singkil, mengakibatkan sejumlah kecamatan tergenang banjir. Ratusan rumah warga terendam dan ruas jalan darat di sejumlah titik terganggu.
Muhammad Yasir, warga Desa Lae Butar, Gunung Meriah mengatakan, banjir yang melanda Aceh Singkil kali ini merupakan yang terbesar dan terparah sejak 2000 silam. Ia mengatakan, genangan banjir tersebut mengakibatkan ruas jalan yang menghubungkan desa Solok dan Handel tidak bisa dilalui kendaraan.

Masyarakat Singkohor dan sekitarnya tidak bisa melintasi jalan menuju Kecamatan Gunung Meriah dan Handel, dan Kecamatan Rimo dan begitu pula sebaliknya. “Semua kendaraan tidak bisa lewat akibat genangan air banjir. Kini ketinghian banjir mencapai satu meter,” katanya.

Menurutnya, banjir kian parah diakibatkan oleh hujan yang terus menerus turun melanda kawasan Aceh Singkil. Akibat bajir membuat warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian warga mengungsi ke rumah sanak saudara yang tidak terkena banjir.

“Mulai dari pagi warga sudah mulai mengungsi. Lebih kurang 90 persen warga Desa Handel, yang berada di bibir Sungai Cinendang sudah mengugsi karena kondisi air naik terus,” jelasnya.
Di Kecamatan Gunung Meriah tiga desa terendam yakni Desa Handel, Solok dan Sianjo-Anjo Meriah. “Belum ada bantuan dari pemerintah. Dapur umum belum ada,” pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan seorang warga Desa Sianjo-Anjo Meriah, Baihaki. Ia mengatakan, hampir seluruh wilayah di Aceh Singkil kini tergenang banjir. “Tak hanya di Desa Handel, banjir juga melanda Desa Silatong dan desa-desa lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, banjir juga melanda Desa Napagaluh, Kecamatan Danau Paris. Ini diakibat luapan dan airnya menggenangi ruas jalan di daerah tersebut menuju ke Sibolga, Sumatera Utara setinggi 30 centimeter.

*Serahkan Bantuan

Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (Hipmasil), menyerahkan bantuan buku dan alat tulis ke setiap sekolah dasar (SD) yang terendam banjir. Panitia Penyalur Bantuan, Murtadha Zaiton, mengatakan, bantuan yang diberikan tersebut merupakan hasil penggalangan dana selam tiga hari oleh mahasiswa Aceh Singkil yang berada di Banda Aceh. “Ini hasil penggalangan mahasiswa Aceh Singkil di Banda Aceh,” kata Murtadha, Selasa (29/11).

Murtadha menjelaskan, bantuan juga disalurkan ke sejumlah kecamatan. “Seperti di Kecamatan Singkil, Kecamatan Singkil Utara, Kecamatan Gunung Mereiha, Kecamatan Simpang Kanan Dan Kecamatan Suro. Namun ada beberapa titik yang belum bisa disalurkan, karena banjir makin parah sehingga belum bisa salurkan ke keseluruhan SD yang terkena banjir,” tuturnya. (mag-68/mai)