83 Jamaah Umrah Diberangkatkan

Ilustrasi

BANDA ACEH (RA) – Tindaklanjuti pemberangkatan jamaah umrah melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, komisi VII DPRA rapat koordinasi dengan manajemen Garuda Indonesia, PT Bank Aceh Syariah, Kakanwil Kemenag dan Kepala Kantor urusan Agama serta perwakilan dari masing-masing daerah.

“Hasil pertemuan yang ketujuh ini, sejak besok (hari ini) jamaah umrah asal Aceh dapat berangkat dari bandara Sultan Iskandar Muda. Penerbangan perdana pukul 14.30 WIB,” kata Ketua Komisi VII DPRA H. Jamaluddin T Muku, Rabu (30/11).

Menurutnya, kemudahan layanan untuk para jamaah tersebut patut diapresiasi. Apalagi masyarakat Aceh tidak perlu ke luar daerah seperti Medan, Jakarta dan Singapura. DPRA mengucapkan terimakasih pada Pemerintah Arab Saudi yang telah memberikan surat izin untuk pendaratan pesawat Garuda Indonesia.

Ia juga menilai Bank Aceh telah memberi pelayanan istimewa, seperti fasilitasi biaya pemberangkatan. Menurutnya, Bank Aceh Syariah mengizinkan PNS menyetor minimal sepuluh persen biaya keberangkatan, sisanya dapat dicicil. “Jadi pelayanan hingga 80 persen biaya oleh Bank Aceh,” sebutnya.

April lalu, moratorium izin travel umrah untuk Aceh diberikan. Ia berharap masyarakat memilih travel berizin saat menjalankan umrah. Ia mengakui, selama ini banyak travel tak berizin. “Selama ini banyak travel yang tidak jelas, sehingga masyarakat Aceh banyak yang dirugikan,” sebutnya.

Ia meminta pada travel berizin, agar sosialisasikan peraturan dan sistem umrah pada masyarakat di setiap daerah. “Sehingga masyarakat ke depan tidak tertipu lagi dalam melakukan ibadah umrah,” harapnya.

Sementara itu, Garuda Indonesia mengapresiasi dukungan pemerintah Aceh dan kerja keras Komisi VII DPRA. Direncanakan pada pemberangkatan perdana, akan diterbangkan 83 jamaah. General Manager Garuda Indonesia Cabang Banda Aceh, Nano Setiawan menyatakan keberangkatan hari ini merupakan untuk kedua kalinya pada tahun 2016.

Sebelumnya pernah ada program tapi gagal, sebab jadwal bersamaan dengan musim haji. Ia memastikan, layanan ini merupakan kesempatan besar untuk masyarakat Aceh. Terbang ke tanah suci langsung dari Bandara Sultan Iskandar Muda berlangsung hingga Juni tahun depan.

“Jadi ada tenggang waktu hingga tujuh bulan. Sedangkan untuk jamaah sudah terisi sekitar 400 jamaah dari Aceh atau sekitar 80 persen,” sebutnya.

Dirut Bank Aceh, Busra Abdullah mengaku pihaknya sangat berbahagia dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah umrah. Pihaknya berjanji akan memudahkan dan mempercepat pelayanan.

“Jika ada masyarakat butuh kredit kita akan tanggulangi untuk memperlancar agar proses cepat talangannya” kata Busra. (mag-71/mai)