Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 1 Dec 2016 02:34 WIB ·

Revisi UU ITE Cegah Isu Kebencian


 Revisi UU ITE Cegah Isu Kebencian Perbesar

BANDA ACEH (RA) – Anggota Komisi lll DPR RI, Nasir Djamil, mengatakan alasan pemerintah merevisi Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) bertujuan untuk mengantisipasi dan mencegah tersebarnya isu-isu sara di media sosial yang akhir-akhir ini marak terjadi.

“Mudah-mudahan dengan revisi ini, bisa mengatisipasi dan mencegah kekhawatiran bahwa media sosial menjadi tempat yang subur untuk menumbuhkan
kebencian di antara anak bangsa,” katanya.

Ia menyebutkan, dalam revisi UU tersebut ada beberapa hal pasalnya diganti, khusunya pasal yang mengatur tentang sanksi-sanksi bagi pelanggar. “Kita merevisi beberapa ketentuan, terutama terkait sanksi-sanksi,” katanya.

UU ITE ini suda berlaku pada Senin (28/11) lalu. Namun demikian, masih ada beberapa poin sempat dipermasalahkan dan jadi sorotan karena substansinya dianggap sebagai ‘pasal karet’ atau tidak jelas tolok ukurnya. Ia juga mengatakan, sebelum memberikan persetujuan untuk revisi UU tersebut sudah terlebih dahulu dipertimbangkan dasarnya.
Anggota Komisi lll DPR RI Nasir Djamil, meminta semua komponen masyarakat Indonesia untuk merawat kemajemukkan yang ada agar dapat menghadapi segala tantangan yang timbul.

“Semua komponen bangsa wajib merawat kemajemukan ini. Karena kemajemukan bangsa saat ini sedang menghadapi tantangan internal dan eksternal,” kata Nasir kepada media ketika menghadiri Apel Nusantara Bersatu di lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu (30/11).

Nasir mengatakan, masyarakat Indonesia patut berterimakasih kepada para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia yang telah merumuskan Bhineka Tunggal Ika. Karena Indonesia adalah negara yang beragam suku, agama, budaya atau majemuk.

“Kita sangat berterimakasi kepada founding father kita yang telah merumuskan Bhineka Tunggal Ika. Karena mereka sadar bahwa bangsa ini adalah bangsa yang beragam. Jadi ini adalah negara yang spesial nan istimewa,” katanya. (mag-68/mai)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PLN ULP Tapaktuan Siagakan Personil Antisipasi Cuaca Buruk

23 May 2024 - 02:54 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah untuk Warga Kecamatan Baitussalam

23 May 2024 - 02:50 WIB

BPBA Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Korban Kebakaran di Aceh Besar

23 May 2024 - 02:46 WIB

Setelah Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, BKKBN Ajak Pangdam Iskandar Muda Bantu Tuntaskan Stunting di Aceh

22 May 2024 - 20:18 WIB

Rusak dan Amblas Ruas Jalan Provinsi, Warga Minta Pj Gubernur Aceh Turun ke Simeulue

22 May 2024 - 18:22 WIB

Kapolda Aceh Saksikan Simulasi Penerbangan Drone Ditsamapta Polda Aceh

22 May 2024 - 15:39 WIB

Trending di UTAMA