Duek Pakat Tingkatkan Partisipasi Peduli Pendidikan

MUSYAWARAH: Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Bireuen, menggelar musyawarah, membahas soal pendidikan di Kantor Pusat Pemerintahan, Cot Gapu, Bireun, Kamis (1/12). RAHMAT HIDAYAT/RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Mencari masukan dan saran terhadap kemajuan pendidikan, Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Bireuen, menggelar duek pakat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat peduli pendidikan

Duek pakat Sekda Ir Zulkifli,SP mewakili Plt Bupati, Kamis (1/12) pagi di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Cot Gapu. Acara menghadirkan pemateri dari MPD Provinsi Aceh itu diikuti Ketua MPD Bireuen Dr Muntasir,MA, wakil ketua MPD Drs Iskandar Yusuf,MM dan 70 peserta Camat dan tokoh masyarakat dan unsur dinas terkait, ujar ketua panitia M Fuadi,S.Sos.
Zulkifli,SP mengatakan, acara diharapkan dapat membangkitkan semangat para pemerhati pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di Bireuen.

Dikatakan, duek pakat digelar untuk menyatukan langkah dan persepsi terhadap isu-isu strategis berkembang saat ini. Disamping itu mencari solusi terhadap permasalahan dan kendala dihadapi dalam dunia pendidikan di Bireuen.
“Berharap Sehingga mutu dan kualitas pendidikan dapat kita tingkatkan di semua jenjang pendidikan. Tujuan pendidikan sesungguhnya membentuk pribadi yang memiliki sikap dan kepribadian yang positif serta karakter,” imbuh Plt Bupati.

Satpol PP Buru Pelajar Bolos

Pada kesempatan tersebut Sekda juga mengharapkan para camat juga ikut ambil peran kontribusi terhadap sistem pendidikan di kecamatan. Hal ini guna menghasilkan rekomendasi ditindaklanjuti pimpinan daerah.
“Camat dan Sekcam juga beri masukan dalam duek pakat ini, misal ada anak bolos sekolah masih tinggi. Dibuat rekomendasi dan Pemkab akan mengerahkan Satpol PP secara rutin dan terjadwal,” tandasnya.

Sekda juga mengatakan, membantu anak-anak putus sekolah. Pemkab Bireuen melalui Dinsosnakertrans telah menjemput anak putus sekolah di asramakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Juli dan dilatih keterampilan dua bulan.
Setelah dibina mereka diantar sekolah dekat rumahnya dan sekolah harus melapor ke dinas terkait. Jika ada anak tidak mau sekolah, maka diantar lagi agar tidak ada anak tidak lulus sekolah, 2017 program itu tetap dilaksanakan, ungkap Sekda Ir Zulkifli,SP. (rah/min)