Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

NASIONAL · 2 Dec 2016 07:50 WIB ·

KAPSI Minta Jokowi Pecat Rudiantara


 ist Perbesar

ist

Selain Apresiasi KPK

JAKARTA (RA),  Komite Anti Pungli dan Suap Indonesia (KAPSI) menyampaikan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah bertindak cepat, merespon dan menindaklanjuti laporan kami terkait dugaan gratifikasi atau suap-menyuap dalam revisi Peraturan Pemerintah (PP) 52 dan 53 tahun 2000.

Demikiam disampaikan oleh Ketua Umum Komite Anti Pungli fsn Suap Indonesia (KAPSI) Nur Arifin dalam siaran pers yang diterima wartawan, Kamis (1/12/2016).
“Dalam laporan yang telah kami sampaikan sebelumnya kepada KPK, kami menduga terjadi persekongkolan jahat antara regulator dengan operator telekomunikasi tertentu,”ujarnya.

Menurut Nur, regulator dalam hal ini adalah pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang kami duga bersekongkol dan menerima gratifikasi dari operator telekomunikasi asing yaitu Indosat, XL, dan China Telecom, dengan tujuan merevisi PP 52 dan 53 tahun 2000, terutama yang terkait kewajiban berbagi jaringan dan frekuensi (network sharing & frequency sharing).

“Kepada KPK, kami telah menyampaikan laporan dan pandangan kami bahwa dampak dari revisi PP 53 dan 53 tahun 2000 kami nilai sangat membahayakan kedaulatan bangsa serta mengancam pertahanan dan keamanan negara, karena sektor telekomunikasi akan secara bertahap dikuasai sepenuhnya oleh asing,” tegasnya.

Menurut Nur, revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 tersebut juga mengancam gagalnya program akselerasi pembangunan infrastruktur strategis secara lebih merata di seluruh tanah air termasuk telekomunikasi guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan memperkecil ketimpangan dan kesenjangan sosial.

Revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 terkait kewajiban operator telekomunikasi untuk melakukan network sharing & frequency sharing akan berdampak pada penurunan capex secara drastis bagi operator telekomunikasi yang malas membangun infrastruktur, yang hanya akan memanfaatkan berbagi jaringan dan frekuensi dengan operator telekomunikasi lain.
“Langkah KPK yang telah mengirim tim penyelidikan untuk meminta keterangan pejabat Kominfo sebagai regulator pada tanggal 29 Nopember 2016 sangat tepat untuk mengungkap persekongkolan jahat antara regulator dengan operator telekomunikasi tertentu,” tegasnya.
Pihaknya juga kata Nur, pihaknya menyarankan tidak hanya regulator yang harus diselidiki oleh KPK. Tapi, operator telekomunikasi yang diduga menjadi dalang dari revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 juga harus diselidiki. “Ungkap juga dugaan aliran dana gratifikasi dari operator telekomunikasi kepada regulator dengan melakukan pembayaran terhadap lembaga konsultan yang digunakan,” ungkapnya.
Terakhir kata Nur, sehubungan revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 sedang dalam pengawasan KPK karena adanya dugaan kuat terjadi gratifikasi oleh operator telekomunikasi kepada regulator, maka pihaknya meminta KPK untuk menyampaikan surat kepada Presiden Joko Widodo untuk membatalkan proses revisi PP 52 dan 53 tahun 2000.

“Sudah waktunya Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi dan memberhentikan Rudiantara sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika, karena kebijakannya untuk merevisi PP 52 dan 53 tahun 2000 sangat bertentangan dengan visi Nawa Cita,”pungkasnya.(Rell)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

AMANAH Adakan Carnival dan Kompetisi Model sebagai Wadah Generasi Muda Tampilkan Minat Bakat

21 June 2024 - 17:19 WIB

Kata Kakanwil Meurah Budiman Soal Audiensi Bawaslu dengan Kemenkumham Terkait Pembentukan 5 Panwaslih Kabupaten/Kota Aceh

21 June 2024 - 00:00 WIB

Jadi Perampok, Tiga Oknum Personel Polrestabes Medan Buron, 12 Langgar Kode Etik

20 June 2024 - 15:01 WIB

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, AMANAH Serahkan Sapi Kurban hingga Buka Kompetisi Model di Aceh

19 June 2024 - 11:04 WIB

Nikmati Syukur Anugrah Allah, Naik Sepmor Touring Ibadah 10 Ribu Km Aceh, Bali

14 June 2024 - 14:06 WIB

Mopen tabrak truk muatan kayu di Pidie, warga Aceh Barat meninggal dunia

13 June 2024 - 15:00 WIB

Trending di NANGGROE BARAT