Lupa Matikan Kompor, 7 Bilik Santri Terbakar

TERBAKAR: Santri berusaha menyelamatkan barang berharga saat kebakaran Bilik santri Pasantren Serambi Mekkah, Desa Blang Beurandang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jum’at (2/12). FOR RAKYAT ACEH

MEULABOH RA – Tujuh bilik santri pria DI Pasantren Serambi Mekkah, Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, ludes terbakar, sera pukul 08.30 WIB, Jumat (2/12).

Pimpinan Pasantren Serambi Mekkah, Tgk. Erwin menuturkan, insiden kebakaran terjadi usai santri masuk kelas untuk mengikuti ujian. Tiba-tiba api berkobar dari bagian dapur salah satu bilik yang ditempati santri.

“Yang pertama kali lihat, api berasal dari bagian dapur salah satu pondok kosong, setelah ditinggal santri yang bergegas menuju ruang belajar untuk mengikuti ujian sekolah,” kata Erwin.

Kontruksi bilik yang terbuat dari papan, sebut Tgk. Erwin, mengakibatkan api sangat cepat membesar dan membakar bangunan di sekitarnya. Dalam hitungan menit, tujuh bilik habis terbakar.

Api baru berhasil dipadamkan beberapa menit kemudian setelah dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Suasana belajar yang baru saja dimulai langsung terhenti. Seluruh guru dan santri mencoba memadamkan api.

Tgk. Erwin menaksir, kerugian akibat kebakaran ini mencapai puluhan juta rupiah, karena satu bilik ukuran 3 x 4 meter tersebut mencapai Rp7,5 juta. “Bilik itu terbuat dari papan dan beratap rumbia. Belum lagi baju, kitab, dan barang berharga santri lainnya yang ikut terbakar,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari santri yang menetap pada bilik yang terbakar, ia mengatakan tidak melakukan aktivitas memasak di dapur. Dia hanya ada memasak pada malam harinya. Usai bangun pagi, dia lansung bergegas menuju ruang belajar untuk mengikuti ujian yang sedang berlangsung.

“Tapi berdasarkan pengungkapan seorang garu yang melihat, sumber api berasal dari dapur yang diprediksikan api berasal dari kompor yang lupa dimatikan,” katanya.
“Mulai hari ini saya ingatkan, selesai memasak api harus langsung dipadamkan,” kata Tgk. Erwin memberikan arahan kepada para santri. (den/ara)