Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 3 Dec 2016 03:18 WIB ·

Lupa Matikan Kompor, 7 Bilik Santri Terbakar


 TERBAKAR: Santri berusaha menyelamatkan barang berharga saat kebakaran Bilik santri Pasantren Serambi Mekkah, Desa Blang Beurandang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jum’at (2/12).
FOR RAKYAT ACEH Perbesar

TERBAKAR: Santri berusaha menyelamatkan barang berharga saat kebakaran Bilik santri Pasantren Serambi Mekkah, Desa Blang Beurandang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jum’at (2/12). FOR RAKYAT ACEH

MEULABOH RA – Tujuh bilik santri pria DI Pasantren Serambi Mekkah, Desa Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, ludes terbakar, sera pukul 08.30 WIB, Jumat (2/12).

Pimpinan Pasantren Serambi Mekkah, Tgk. Erwin menuturkan, insiden kebakaran terjadi usai santri masuk kelas untuk mengikuti ujian. Tiba-tiba api berkobar dari bagian dapur salah satu bilik yang ditempati santri.

“Yang pertama kali lihat, api berasal dari bagian dapur salah satu pondok kosong, setelah ditinggal santri yang bergegas menuju ruang belajar untuk mengikuti ujian sekolah,” kata Erwin.

Kontruksi bilik yang terbuat dari papan, sebut Tgk. Erwin, mengakibatkan api sangat cepat membesar dan membakar bangunan di sekitarnya. Dalam hitungan menit, tujuh bilik habis terbakar.

Api baru berhasil dipadamkan beberapa menit kemudian setelah dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi. Suasana belajar yang baru saja dimulai langsung terhenti. Seluruh guru dan santri mencoba memadamkan api.

Tgk. Erwin menaksir, kerugian akibat kebakaran ini mencapai puluhan juta rupiah, karena satu bilik ukuran 3 x 4 meter tersebut mencapai Rp7,5 juta. “Bilik itu terbuat dari papan dan beratap rumbia. Belum lagi baju, kitab, dan barang berharga santri lainnya yang ikut terbakar,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari santri yang menetap pada bilik yang terbakar, ia mengatakan tidak melakukan aktivitas memasak di dapur. Dia hanya ada memasak pada malam harinya. Usai bangun pagi, dia lansung bergegas menuju ruang belajar untuk mengikuti ujian yang sedang berlangsung.

“Tapi berdasarkan pengungkapan seorang garu yang melihat, sumber api berasal dari dapur yang diprediksikan api berasal dari kompor yang lupa dimatikan,” katanya.
“Mulai hari ini saya ingatkan, selesai memasak api harus langsung dipadamkan,” kata Tgk. Erwin memberikan arahan kepada para santri. (den/ara)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Empat Putra Terbaik Pidie Mendaftar ke GERINDRA Menjadi Cagub Aceh, Muhammad Nazar Tampil Cermelang dalam Presentasi Visi-Misi

13 June 2024 - 20:06 WIB

Pj Ketua PKK Aceh Belanja Sajian Dapur di Pasar Tani

13 June 2024 - 19:17 WIB

Peringati Milad ke 55, IAIN Lhokseumawe Gelar Rangkaian Kegiatan

12 June 2024 - 10:26 WIB

Pj Bupati Iswanto Dampingi Pj Gubernur Aceh Tinjau Venue PON Paralayang di Sibreh

7 June 2024 - 20:07 WIB

Warga Krueng Raya Nikmati Pasar Khusus Jelang Idul Adha, 400 Kupon Laris Manis

6 June 2024 - 19:22 WIB

29 May 2024 - 20:10 WIB

Trending di Uncategorized