Efek Pembersihan Rutin

KELUHAN WARGA: Genangan air PDAM Tirta Bengi dibadan jalan Bale Atu Pante Raya, Bener Meriah, Jumat (2/12). MASHURI|RAKYAT ACEH

Rembesan Air PDAM Merusak Jalan

REDELONG (RA) – Warga Bener Meriah kesal dan merasa terganggu saat melintas di depan kantor PDAM Tirta Bengi. Soalnya terjadi rembesan dan membuat genangan hingga mengakibatkan kerusakan pada badan jalan.

“Di depan kantornya saja sering terjadi kebocoran, dan ini bukan pertama kalinya seharusnya para media memberitakan itu di satu sisi warga sering kekurangan air kenapa tidak di depan kantonyanya saja sering terjadi kebocoran “ ungkap Anda (40) warga Simpang Tiga Bener Meriah, kepada Rakyat Aceh, Jumat (2/12).

“Ini sangat mengganggu pengendara yang melintas dan rusaknya jalan akibat terkikis oleh air. Jika dibiarkan begitu saja, akan mengakibatkan rusaknya jalan. PDAM harus bertanggunjawab pada masyarakat baik itu kekurangan air, maupun rusaknya jalan yang dikikis oleh air itu.”

Saat dihubungi, kepala PDAM Tirta Bengi, Mahmuddin SE melalui telpon kepada Rakyat Aceh mengatakan, rembesan tersebut merupakan air kotor yang dibersihkan sehingga mengalir ke jalan. Itu tidak terjadi setiap hari, hanya saja kalau musim hujan banyak lumpur yang masuk sehingga harus dibersikan,” ujar Mahmuddin

Disebutkannya, kejadian tersebut memang sangat mengganggu aktifitas masyarakat namun hingga saat ini belum tersedia parit sebagai drainase untuk mengalirkan air tersebut sehingga tumpah kejalan dan mengakibatkan kerusakan.

“Jika musim hujan maka setiap hari harus kita bersihkan jika tidak penyaringan akan tertutup oleh lumpur, “ ujar Mahmudiin.

Ia mengaku, sudah mengusulkan pembuatan parit untuk pembuangan air baik melalui proposal maupun lisan kepada pemerintah daerah namun belum dapat terealisasi. Sehingga ia berharap pemda dapat mengangarkan pembuatan paret sehingga air tidak mengalir kejalan. (mag-70/min])