Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 3 Dec 2016 03:13 WIB ·

Mabes Polri Akui Tangkap 10 Tokoh


 Mabes Polri Akui Tangkap 10 Tokoh Perbesar

JAKARTA (RA) – Pihak Mabes Polri membenarkan terkait penangkapan 10 tokoh atas dugaan makar. Namun, Karo Penmas Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto, membantah jika penangkapan itu merupakan tindak lanjut pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait makar.

“Ini hasil penyelidikan daripada Polda Metro Jaya,” ungkap Rikwanto saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri, Jumat (2/12).

Rikwanto juga membantah jika tudingan makar itu hasil penyelidikan terkait unggahan Sri Bintang Pamungkas di media sosial (medsos). Menurutnya, belum ada penyelidikan mendalam terkait unggahan tersebut.

“Kita belum ada kaitan hubungannya (dengan unggahan Sri Bintang). Karena itu beredar di medsos. Apakah (unggahan) itu yang dimaksud, atau sudah lama surat itu ada. Tanya yang upload di medsos,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, ada 10 tokoh yang ditangkap pihak kepolisian dengan tuduhan makar. Diantaranya, Rachmati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, Kivlan Zen, dan Aditya Warman.

Penangkapan tersebut, kata Rikwanto diperkirakan sejak pukul 03.00-06.00 WIB. “Sepuluh orang ini adalah, inisial AD, kemudian E, AD lagi, KZ, FA, RA, RS, SB, JA dan RK,” pungkasnya.

Pemeriksaan Rachmawati Soekarnoputri dihentikan karena alasan kesehatan. Rachma menolak menjawab pertanyaan terkait tindakan makar yang dituduhkan kepada dirinya. Rachma ditangkap Jumat pagi sekitar jam 05.00 WIB di kediamannya dengan tuduhan melanggar pasal 107 jo. 110 jo. 87 KUHP.

“Kesehatan Mbak Rachma sempat diperiksa dua kali. Jam 10.00 WIB tensi Mbak Rachma sempat mencapai 230/110. Pemeriksaan kedua jam 15.00 WIB, tensinya sudah turun sedikit 180/80. Masih tidak normal, dan masih sulit untuk diperiksa,” ujar Jurubicara Rachma, Teguh Santosa.

Teguh juga mengatakan bahwa sejak ditangkap hingga saat ini Rachma baru makan bubur dan telur matasapi serta kecap.

“Mbak Rachma sempat disarankan dirawat di rumah sakit Brimob, tapi Mbak Rachka menolak. Beliau hanya mau ditangani tim dokter yang biasa menangani,” kata Teguh. (rmol/mai)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Ratusan masyarakat Aceh Barat deklarasi dukung Bustami maju di Pilkada 2024

20 July 2024 - 21:25 WIB

Danrem Lilawangsa Intruksikan Kodim Aceh Utara Bangun Dapur Umum 

20 July 2024 - 20:30 WIB

Kodim 0103/Aceh Utara Peringati 1 Muharram 1446 H Dengan Menggelar Doa Bersama.

20 July 2024 - 16:39 WIB

Aceh Utara Berduka, 226 unit Rumah dan Kedai Rusak

19 July 2024 - 11:35 WIB

Puting Beliung Rusak 53 Rumah Warga Nibong dan Langkahan Aceh Utara

19 July 2024 - 09:59 WIB

Kodim 0102/Pidie Gelar Doa Bersama Peringati Tahun Baru Islam 1446 H

18 July 2024 - 14:06 WIB

Trending di DAERAH