Upah Pekerja Asing Lebih Tinggi

TUNTUT PEMERINTAH: Aksi Aliansi Buruh Aceh melakukan aksi menuntut Ahok segera dipenjarakan dan meminta pemerintah Indonesia untuk bantu umat muslim Rohingya di Banda Aceh, Jumat (2/12). HENDRI/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Ketua Aliansi Buruh Aceh (ABA), Saifulmar, mengatakan upah atau gaji yang diterima pekerja asing lebih tinggi dibandingkan pekerja lokal di Aceh. Gaji yang diterima pekerja Aceh hanya sebesar Rp 2,5 juta, sementara para pekerja asing mencapai belasan juta.

Saifulmar mengaku pihaknya juga sering ditipu pihak perusahan, yang mengatakan bahwa tidak ada pekerja asing yang diperkerjakan seperti di PT SAI, Lhoknga, Aceh Besar.

“Mereka mengatakan tidak ada pekerja asing. Ternyata setelah kita sidak kami menemukan sampai 43 orang pekerja asing di sana,” katanya.
Ia menilai, selama ini ada kesenjangan dalam pemberian upah atau gaji terhadap pekerja.

“Kesenjangan upah yang diberikan perusahan terhadap perkerja asing dan lokal. Tingkat Klining Service dan Satpam gaji mereka mencapai Rp 13 juta rupiah perbulan, sedangkan pekerja asli Aceh yang juga berprofesi sama hanya mendapatkan sebesar Rp 2,5 juta rupiah perbulannya,” imbuhnya.

Selain itu, ia menyebutkan masih banyak pekerja asing masuk dan tidak mengikuti peraturan yang belaku di dalam undang-undang ketenagakerjaan. Sebab itu, ia meminta pemerintah Aceh agar lebih aktif mengawasi perkerja asing.

“Banyak buruh yang menyusup dan hadir di Aceh dan tidak mengikuti peraturan yang berlaku. Seharusnya pemerintah daerah harus jeli melihatnya,” ujarnya.(mag-68)