Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 4 Dec 2016 09:48 WIB ·

Awas! WNA Tiongkok Masuk Indonesia Secara Masif, Ini Tujuan dan Modusnya…


 Empat WN Tiognkok, dari kiri XXJ (40), GH (50), YWM (37) atau Ko Aming dan GZ (50) saat digerebek di perkebunan cabai di Kampung Gunung Leutik, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Selasa (8/11). Perbesar

Empat WN Tiognkok, dari kiri XXJ (40), GH (50), YWM (37) atau Ko Aming dan GZ (50) saat digerebek di perkebunan cabai di Kampung Gunung Leutik, Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Selasa (8/11).

Harianrakyataceh.com – Pengawasan terhadap imigran gelap asal Tiongkok harus diperketat. Sebab, warga Negeri Panda tersebut sudah masuk secara masif di daerah pinggiran dan kawasan perbatasan. Modusnya, mereka menetap atau tinggal di area pertambangan dan perkebunan serta daerah industri. Mereka berstatus tenaga kerja asing (TKA).

Cara itu diungkap banyak petugas keimigrasian dan ketenagakerjaan di sejumlah daerah. Terbaru, lima warga negara asing (WNA) asal Tiongkok diamankan dari lokasi pertambangan emas tanpa izin di Kecamatan Subah, Sambas, Kalimantan Barat, pada Jumat (25/11). Lima WNA itu bernama King Long Wu, Lin Guozhong, Qing Lailin, Cin Guong­zu, dan Wu Qing Chau.

Mereka diduga tidak mengantongi izin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) dari pemilik tambang emas ilegal tersebut. Izin tinggal lima penambang itu juga melebihi batas waktu (overstay). Sebelumnya empat WNA Tiongkok juga ditemukan di Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (8/11). WNA itu bekerja di daerah pertanian dan perkebunan Kecamatan Sukamakmur. Mereka tidak memiliki dokumen keimigrasian dan ketenagakerjaan yang legal.

Bukan hanya itu. Serbuan WNA Tiongkok juga pernah terungkap di Banten awal Agustus lalu. Sebanyak 68 pekerja asing asal Tiongkok diamankan karena diduga melanggar aturan imigrasi. Di antara 68 itu, 31 pekerja tidak mengantongi dokumen resmi ketenagakerjaan dan keimigrasian. Serbuan warga Tiongkok, baik berstatus wisatawan maupun TKA, sebenarnya sudah diantisipasi pemerintah.

Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Pusat Heru Santoso mengatakan, tim pengawas orang asing (pora) terus mengawasi WNA dari negara mana pun. Bukan hanya TKA, tapi juga warga asing yang dianggap membahayakan keamanan negara seperti teroris.

Untuk kasus TKA ilegal asal Tiongkok, lanjut dia, penanganan dilakukan sesuai prosedur. Tim pora yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Kemenaker turun ke lokasi untuk mengkroscek dan menangkap TKA yang terbukti tidak mengantongi dokumen lengkap keimigrasian dan ketenagakerjaan. “Kalau kenapa bisa bekerja (secara ilegal, Red), ya tanya ke pihak yang mempekerjakan,” ucapnya. (tyo/c10/oki)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Yah Fud Terpilih Sebagai Ketua Askab PSSI Bireuen

15 July 2024 - 18:04 WIB

Tersangka Penembak Trump dan Satu Pendukung Meninggal Dunia, Dua Lainnya Luka Parah

14 July 2024 - 14:36 WIB

Terus Dukung Program Aceh Carong, PT Solusi Bangun Andalas Serahkan Beasiswa Semen Andalas Tahun 2024 kepada 350 Pelajar

10 July 2024 - 17:25 WIB

Polres Aceh Barat Tegas Memberantas Praktik Judi Online di daerahnya

3 July 2024 - 19:36 WIB

Kemenlu Palestina Sebut Israel Targetkan Komunitas Kristen di Yerusalem

30 June 2024 - 19:32 WIB

38 Bintara Polri di Polresta Banda Aceh Naik Pangkat Setingkat

30 June 2024 - 11:25 WIB

Trending di Uncategorized