Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 5 Dec 2016 02:55 WIB ·

Tiga Nelayan Hilang


 CUACA BURUK: Boat pukat langgar tenggelam dan terdampar kebibir pantai Kuala Bugak saat memasuki kuala akibat diterpa gelombang besar, Peureulak, Aceh Timur, Ahad (4/12).
SAID/RAKYAT ACEH Perbesar

CUACA BURUK: Boat pukat langgar tenggelam dan terdampar kebibir pantai Kuala Bugak saat memasuki kuala akibat diterpa gelombang besar, Peureulak, Aceh Timur, Ahad (4/12). SAID/RAKYAT ACEH

KM Satria Karam

TAPAKTUAN (RA) – Diduga karam diterjang badai, KM Satria berbobot tujuh gross tonnage (GT) ditemukan jadi puing di perairan Lewak, Kecamatan Alafan, Simeulue, Kabupaten Sinabang. Hingga kemarin, tiga nelayan masih belum ditemukan.
Boat asal Pasie Meukek, Aceh Selatan itu dinyatakan hilang setelah putus kontak melalui perangkat radio komunikasi (RIG) dengan nelayan di Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Meukek, sejak Ahad, 27 November 2016.

“Dugaan sementara, boat tersebut karam akibat diterjang angin kencang pekan lalu,” kata Panglima Laot Aceh Selatan, H Muhammad Jamil, Ahad (4/12).

KM Satria dinahkodai Anhar alias Buyung Satria. Sementara rekannya, Feri asal Gampong Arun Tunggai dan Samsuar penduduk Kuta Baro, Kecamatan Meukek. Bangkai boat ditemukan nelayan asal Sibolga, Sumatera Utara.

Menurut H Muhammad, kotak fiber (box pendingin) berciri-ciri milik KM Satria ditemukan nelayan Sibolga pada Rabu, 30 November 2016. Sabtu 3 Desember, tim pencari juga menemukan perangkat komunikasi berupa radio serta puing-puing boat berupa papan lantai, pintu dan tali jangkar di kawasan Pulau Penyu, tidak jauh dari Pulau Selawar.
Bukti-bukti lain, lanjut Panglima Laot, warga Simeuleu yang sadang menyelam di pantai juga menemukan sebuah tas berisi handpone dan sejumlah pakaian yang kuat dugaan milik ABK KM Satria. Begitupun kotak fiber kedua juga ditemukan nelayan asal Meulaboh, Aceh Barat.

“Dari beberapa barang yang ditemukan, bisa dipastikan KM Satria tenggelam di laut lepas dengan jarak sekitar 90 mil dari bibir pantai PPI Pasie Meukek. Alasan lain, pada Ahad lalu awak boat sempat menjalin komunikasi melalui radio sesama nelayan, kemudian hilang kontak dan tidak ada kabar sampai hari ini,” terangnya.

Seluruh barang temuan yang disinyalir milik KM Satria tersebut, dilaporkan tim pencari korban juga melalui perangkat komunikasi radio. “Kita doakan semoga awak nelayan yang hilang secepatnya ditemukan. Belum tentu boat karam sekaligus menenggelamkan awaknya. Mudah-mudahan Allah SWT memberi petunjuk dan hidayah,” imbuh Muhammad Jamil.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar, mengaku sudah menerima laporan tiga nelayan asal Pasie Meukek hilang saat beraktivitas di laut lepas.
“Hasil musyawarah perangkat desa dan nelayan, dilakukan pencarian dengan menggunakan empat boat untuk menyisir lokasi kejadian. Masing-masing baot
membawa lima personel. Upaya pencarian berhasil mendapatkan berbagai informasi tentang perkembangan KM Satria yang tenggelam,” urai Cut Yusminar.
Sejak Jumat lalu KM Arafah, KM Masta, KM Firah dan KM Suami Istri II, berlayar ke perairan Lewak, melakukan pencarian korban.

Terkait hilangnya nelayan, Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra langsung berkoordinasi dengan Plt Bupati Simueleu, Hasrul Edyar untuk membantu melakukan pencarian korban.

“Alhamdulillah, pihak Plt Bupati Simeulu telah meminta tim Satgas SAR Sinabang melakukan proses pencarian terhadap tiga nelayan yang hilang. Bahkan pasukan Marinir di Pangkalan TNI AL Sinabang juga turut serta. Selain itu pihak Polisi Air dan Udara (Airud) Susoh, Abdya bersama Basarnas Pos Meulaboh juga terjun ke lokasi,” kata Sama Indra.

Boat Karam di Pantai

Sementara itu, cuaca buruk juga menyebabkan boat nelayan karam di pantai Kuala Bugak, Kecamatan Peurelak, Aceh Timur, Ahad (4/12). Zulkifli (30), awak boat menyatakan boat yang ditumpanginya dihantam angin dan gelombang besar saat memasuki sungai di bibir pantai. “Boat kami mengalami patah papan dan tenggelam,” sebutnya.

Tak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta. Keuchik Kuala Bugak, Teuku Fauzi menyebutkan peristiwa serupa sering terjadi di lokasi tersebut.

Menurutnya, selain cuaca buruk penyebabnya muara sungai yang dangkal sehingga saat dihantam angin dan ombak, boat menjadi kandas nahkan terbalik. “Jika terus-terusan seperti ini pasti akan banyak bot yang tenggelam,” sebutnya.
Ia berharap pemerintah segera membangun pemecah ombak. “Sehingga waktu ada gelombang besar dan angin kencang tidak akan mengubah arah jalur masuk ke dalam kuala,” sambung Fauzi. (dir/mag-71/mai)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Yah Fud Terpilih Sebagai Ketua Askab PSSI Bireuen

15 July 2024 - 18:04 WIB

Tersangka Penembak Trump dan Satu Pendukung Meninggal Dunia, Dua Lainnya Luka Parah

14 July 2024 - 14:36 WIB

Terus Dukung Program Aceh Carong, PT Solusi Bangun Andalas Serahkan Beasiswa Semen Andalas Tahun 2024 kepada 350 Pelajar

10 July 2024 - 17:25 WIB

Polres Aceh Barat Tegas Memberantas Praktik Judi Online di daerahnya

3 July 2024 - 19:36 WIB

Kemenlu Palestina Sebut Israel Targetkan Komunitas Kristen di Yerusalem

30 June 2024 - 19:32 WIB

38 Bintara Polri di Polresta Banda Aceh Naik Pangkat Setingkat

30 June 2024 - 11:25 WIB

Trending di Uncategorized