Antisipasi Banjir, BPBD Normalisasi Muara

ABRASI: Rumah warga Gampong Geulangan Gajah, Kecamatan Darul Makmur amblas ke Sungai akibat abrasi, Nagan Raya, Senin (5/12). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

MEULABOH (RA) – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat melaksanakan normalisasi atau pengerukan mulut muara Desa Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir luapan yang melanda Meulaboh.

Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Sahluna Polem menilai, normalisasi dengan
membelah mulut muara merupakan solusi sebagai antisipasi debit hujan yang tergenang di Kota Meulaboh.

“Sebab dalan dua hari terakhir hujan terus mengguyur daerah tersebut, tanpa henti. Pagi-pagi warga dan kepala desa menelepon kami, melaporkan air sudah menggenangi pemukiman. Solusinya memang harus dilancarkan air pembuangan,” katanya, Senin (5/12).

Rencananya, ada dua mulut muara yang akan dibelah untuk memperlancar air pembungan ke laut, adalah Suak Sigadeng dan Suak Ujong Kalak. Kedua muara itu menjadi merupakan kawasan pinggiran sasaran air turun menuju laut.
“Ini baru muara Suak Ujung Kalak yang kami belah, selanjutnya muara Suak
Sigadeng,” jelasnya.

Walaupun hujan dalam dua hari terakhir, hasil laporan petugas lapangan, keseluruhan wilayah Kabupaten Aceh Barat masih dalam keadaan aman dari banjir. Namun pihak BPBD tetap meminta masyarakat untuk waspada dengan potensi banjir jika guyuran hujan masih terus berlanjut.

Pantauan di dua Daerah Aliran Sungai (DAS), yakni Sungai Mereubo dan Sungai
Woyla, debit air masih stabil.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, prakiraan cuaca wilayah barat dan selatan Aceh sangat berpotensi tinggi terus diguyur hujan selama tiga hari ke depan.

Seperti biasa, warga yang berdomisili di sekitar DAS, nelayan, dan penduduk yang menetap di pegunungan, diminta waspada bencana banjir, ombak, dan longsor.

Kepala BMKG Stasiun Meulaboh, Edi Darlupti merincikan prakiraan cuaca, kondisi ekstrim berpotensi terus melanda wilayah pantai barat Aceh, dalam tiga hari ke depan. Sebab terdapat sirkulasi tertutup di utara Aceh serta belokan angin di pesisir barat Aceh yang memicu pertumbuhan awan konvektif yang memicu terjadinya hujan.

Sementara ketinggian angin permukaan mencapai 3000 feet, umumnya bertiup
dari selatan hingga barat dengan kecepatan 0-25 km/jam. Tinggi gelombang perairan barat dan selatan Aceh diperkirakan berkisar antara 1,5-2,5 meter. (den/ara)

Foto: Antisipasi banjir. BPBD Aceh Barat menurunkan alat berat untuk membelah muara di Desa Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Senin (5/12)