Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 6 Dec 2016 03:00 WIB ·

Warga Serahkan Sepasang Orangutan


 PENYERAHAN SATWA: Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi (kiri) menyerahkan dua
ekor orang utan ke BKSDA Aceh, Nagan Raya, Senin (5/12).
FOR RAKYAT ACEH Perbesar

PENYERAHAN SATWA: Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi (kiri) menyerahkan dua ekor orang utan ke BKSDA Aceh, Nagan Raya, Senin (5/12). FOR RAKYAT ACEH

SUKA MAKMUE (RA) – Warga Nagan Raya menyerahkan sepasang orangutan ke Polres setempat, Senin (5/12). Satwa dilindungi itu ditemukan beberapa tahun silam diperkebunan warga.

Orangutan yang diserahkan diperkirakan berusia empat dan tiga tahun. “Yang jantan umurnya sekitar empat tahun, dan yang betina tiga tahun. Diperihara karena warga tidak tahu bahwa orangutan termasuk hewan dilindungi,” kata AKBP Mirwazi, Kapolres Nagan Raya.

Menurut Mirwazi, pemilik menyerahkan orangutan secara sukarela. Usai menerimanya, polisi langsung menyerahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.
Ia juga menyebutkan, sejak beberapa bulan terakhir Polres Nagan Raya intensif sosialisasikan satwa langka yang dilindungi. Hasilnya, pengetahuan warga meningkat hingga ada yang bersedia menyerahkannya ke petugas, walau telah dipelihara beberapa tahun.

“Tadi ada warga yang menyerahkan dua ekor orangutan ke Polres,” sebutnya.
Untuk sementara waktu, BKSDA akan melakukan karantina terhadap orangutan tersebut sebelum dilepaskan kembali ke habitatnya.

Ia meminta warga agar segera menyerahkan satwa dilindungi bila memiliki atau memelihara. Sebab tindakan itu merupakan pelanggaran hukum dengan ancaman lima tahun penjara.

Bila tidak diserahkan serta ditemukan petugas, maka akan dijerat sesuai Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati.
“Kita terus melakukan sosialisasi satwa dilindungi pada warga. Kebanyakan warga di Nagan Raya belum mengetahui ada jenis-jenis hewan yang tidak boleh diperihara karena dilindungi undang-undang,” jelasnya. (ibr/mai)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Terus Dukung Program Aceh Carong, PT Solusi Bangun Andalas Serahkan Beasiswa Semen Andalas Tahun 2024 kepada 350 Pelajar

10 July 2024 - 17:25 WIB

Polres Aceh Barat Tegas Memberantas Praktik Judi Online di daerahnya

3 July 2024 - 19:36 WIB

Kemenlu Palestina Sebut Israel Targetkan Komunitas Kristen di Yerusalem

30 June 2024 - 19:32 WIB

38 Bintara Polri di Polresta Banda Aceh Naik Pangkat Setingkat

30 June 2024 - 11:25 WIB

DPMPP-KB Aceh Utara Gelar Dapur Sehat Atasi Stunting

27 June 2024 - 12:21 WIB

Empat Putra Terbaik Pidie Mendaftar ke GERINDRA Menjadi Cagub Aceh, Muhammad Nazar Tampil Cermelang dalam Presentasi Visi-Misi

13 June 2024 - 20:06 WIB

Trending di Uncategorized