DPD RI Galang Dana Untuk Korban Gempa Pidie Jaya

Ghazali Abbas Adan

BANDA ACEH (RA) – Gempa berkekuatan 6,4 SR yang berpusat di Kab. Pidie Jaya telah menyisakan perih dan luka yang sangat mendalam. Ratusan bangunan roboh dan puluhan orang dikabarkan meninggal dunia akibat hentakan yang terjadi sekitar pukul 05.03 WIB itu. Dan untuk membantu korban gempa tersebut, DPD RI juga telah melakukan penggalangan dana.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPD RI Perwakilan Aceh Drs H Ghazali Abbas Adan saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Balai Kota Banda Aceh, Rabu (7/12). Acara tersebut diselenggarakan oleh Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh.

“Duka cita yang mendalam atas musibah ini. Dan DPD RI langsung menggalang dana untuk membantu korban gempa tersebut begitu musibah itu terjadi. DPD RI juga mempunyai pos tersendiri yang diperuntukkan untuk musibah-musibah seperti ini. Dana yang terkumpul tersebut dipotong langsung dari gaji kami pada setiap bulannya” ungkap Ghazali.

Wakil Ketua Komite IV DPD RI ini menambahkan usai mengisi kegiatan tersebut, ia sudah menghubungi (menelpon) Ketua DPD RI Mohammad Saleh untuk mengabari kondisi terkini pasca gempa dan mengajak anggota DPD RI yang lainnya untuk ikut membantu.

“Alhamdulillah, saat ini sudah terkumpul 200 juta, dengan rincian 50 juta dari Ketua DPD RI dan 159 juta dari Lembaga. Sepertinya jumlah bantuan akan terus meningkat, sebab banyak anggota DPD RI yang lain juga ikut membantu. Dan ini benar-benar untuk membantu korban, bukan untuk mencari muka di masyarakat. Karena itu sudah menjadi tugas kita sebagai wakil rakyat,” ujar Ghazali.

Sementara itu Panitia Pelaksana dari Akademi Dakwah Aceh (ADI) Aceh Dr Muhamamd AR M.Ed mengatakan selain Ghazali Abbas Adan, narasumber lainnya dalam sosialiasi ini adalah Dr Kamaruzzaman Bustamam Ahmad (Dosen UIN Ar-Raniry) dan Junaidi Ahmad, S.Ag MH (Komisioner KIP Aceh).

“Acara ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari Pengurus Asrama Mahasiswa, Utusan Ormas, OKP Kepemudaan Islam, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Media Massa,” tutup Dr Muhammad. (rmol)