Gempa Pidie jaya, Infrastruktur Kelistrikan Perlu Pemulihan

Bangunan roboh di Pidie Jaya, Aceh. For Rakyat Aceh
BANDA ACEH -RA –Gempa berkekuatan 6,5 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya pada 05.03 WIB menimbulkan puluhan korban jiwa dan merusak ratusan bangunan dan infrastruktur kelistrikan yang ada di sana.
Deputi Manajer Hukum dan Humas T. Bahrul Halid, kepada Rakyat Aceh menyebutkan, akibat kuatnya goncangan gempa, sebanyak 84 trafo distribusi milik PLN perlu pemulihan lebih lanjut akibat jatuh dari posisinya yang berada di atas tanah.
Bukan hanya itu, kabel jaringan listrik tegangan menengah sepanjang 500 meter sirkit (ms) di Samalanga dan 25 kilometer sirkit (kms) di Meureudu-Beurenun juga ikut mengalami kerusakan. Jaringan listrik Tegangan Menegah mengalami kerusakan akibat roboh, yakni sebanyak 48 tiang dan Tegangan Rendah sebanyak 60 tiang. Lokasi kerusakan tersebut berada di tiga titik, yakni Samalanga, Meureudu dan Beureunun.
Dikatakan, adanya gangguan dalam sistem kelistrikan tersebut menyebabkan listrik tidak tersalurkan sebesar 500 kilowatt (kW) di Samalangan dan 6 megawatt (MW) di Beureunun-Meureudu. Area di Samalanga, Meureudu dan Beureunun sempat mengalami pemadaman listrik sesaat setelah gempa yang berdampak pada sekitar  40 ribu pelanggan PLN.
Bahrul menyatakan, PLN menyadari sepenuhnya bahwa pasokan listrik merupakan infrasrtuktur vital dalam proses pemulihan pasca gempa. Karena itu sesaat setelah gempa, di tengah gempa susulan yang masih terus terjadi, petugas PLN langsung melakukan upaya penormalan terhadap instalasi yang terganggu.
Sementara untuk membantu korban gempa, PLN bersama Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah (LAZIS PLN) juga telah membuka Posko PLN Peduli di Meureudu, Pidie Jaya.  Posko tersebut berfungsi sebagai posko tanggap darurat yang juga menyediakan dapur umum dan sarana kesehatan.(SLM)