Galang Dana Dimana-mana

BANTUAN GEMPA: Personil Polres Nagan Raya mengangkat bantuan yang akan dibawa untuk korban gempa di Pidie Jaya, Kamis (8/12). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

TAPAKTUAN (RA)-Bencana alam gempa bumi tektonik mengguncang Banda Aceh dan Pidie Jaya (Pijay) dan sekitarnya, mengundang perhatian dunia. Sejak kemarin, elemen masyarakat di sejumlah kabupaten di Aceh, menggalang dana kemanusiaan.

“Penderitaan yang dialami saudara kita di Pidie Jaya dan Banda Aceh akibat musibah gempa bumi, merupakan duka dan kesedihan kita semua. Saudara kita di sana banyak meninggal dunia, kehilangan harta benda dan tempat tinggal serta didera luka parah. Meringankan beban tersebut, kami mahasiswa Politeknik Aceh Selatan (Poltas) menggalang dana bantuan dari masyarakat,” kata salah seorang mahasiswa Poltas, Al Fahd Radi Fahlefi, Kamis (8/12).

Di sela-sela pengumpulan dana sumbangan di pinggir jalan nasional, kepada Rakyat Aceh disebutkan, amanah yang dititipkan masyarakat akan dikumpulkan dan dipastikan sampai pada korban. “Karenanya, siapapun yang melakukan penggalangan dana kemanusiaan, dimohon keikhlasan menyisihkan sedikit uang untuk membantu para korban,” ujarnya.

Pantauan media ini, sejak kemarin siang, Rabu (7/12), anggota pramuka bergabung dengan personel kepolisian Aceh Selatan, mulai turun di sejumlah persimpangan jalan seraya meminta uluran tangan masyarakat yang melintas. Selain mahasiswa Poltas, jajaran KNPI Aceh Selatan dan siswa SMAN I Samadua juga melakukan aksi serupa.
Perhatian masyarakat terhadap bencana alam gempa bumi di Pijay dan Banda Aceh terus meluas hingga menjalar ke sejumlah kecamatan. Warga Aceh Selatan merasa prihatin dan turut merasai duka yang dalam atas musibah yang dialami.

Pemkab Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Muhklis Basyah, beserta rombongan akan bertolak ke Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen, usai salat Jumat, hari ini ( 9/12) untuk menyerahkan bantuan kepada korban Gempa di wilayah tersebut.

Kabag Humas dan protokoler Sekdakab Aceh Besar, Muhammad Basyir, pada Rakyat Aceh melalui telpon, Kamis (8/12) sore mengatakan, seluruh hasil penggalangan yang dilakukan pada Kamis akan disalurkan pada korban Gempa yang ada di tiga kabupaten di Pidie. “Bapak Bupati beserta rombongan akan bertolak usai jumat, sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban gempa,” kata Basyir.

Lebih lanjut, Basyir mengabarkan sejak posko dibuka Kamis pagi di bundaran Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar, sejumlah masyarakat terus berdatangan, untuk menyumbangkan berbagai bentuk bantuan.

Sekretaris posko bantuan, Rahmadamiaty melalui pesan elektronik yang dikirim Rakyat Aceh menuliskan, bahwa arus bantuan sedang terus berdatangan yang diterima oleh panitia penggalangan. Bantuan yang diterima beragam, makanan, pakaian hingga dana.

Namun terkait dengan jumlah bantuan yang telah diterima panitia, Rahma belum bisa memastikan karena proses penerimaan bantuan sedang terus berlangsung. “Kita masih sedang menerima, belum kita kalkulasikan jumlah masing-masing jenis bantuan tersebut,” kata Rahmadaniaty.

Sementara, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, mulai Kamis (8/12) melakukan penggalangan dana dengan cara mendatangi instansi pemerintah dan masyarakat di Kecamatan Kota Jantho. Sebanyak 150 Mahasiswa dan mahasiswi institut tersebut diturunkan kelapangan.

Anak-anak yang berkuliah di pendidikan seni ini, juga menggelar konser terbuka yang berlangsung di alun-alun Kota Jantho. Koordinator penggalangan bantuan gempa Pidie, Andi yang ditemui Rakyat Aceh di sela-sela penggalangan di Kota Jantho mengatakan, penggelangan dimulai dipusatkan di Kota Jantho. Penggalangan akan ditutup dengan konser amal yang akan di adakan Sabtu (10/12) malam di wilayah Banda Aceh.

Seluruh dana yang diperoleh dari penggalangan ini akan disumbangkan kepada korban gempa yang ada di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen, terutama kepada sektor pendidikan, agama dan, dukungan perbaikan cagar budaya, yang rusak akibat gempa di sana.

“Penggalangan kita lakukan selain dengan mengusung kotak kepada instansi pemerintah, pengguna jalan dan masyarakat, maka juga akan kita galang dalam konser amal,” kata Andi.
Sementara itu, sebanyak 25 personil dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim SAR Aceh Tamiang ikut dikirim ke Kabupaten Pidie Jaya untuk membantu para korban.

Kepala BPBD kabupaten Aceh Tamiang, Syamsul Bahri kepada Rakyat Aceh kemarin mengatakan, pihaknya telah mengirimkan 18 personil dan ditambah 7 personil dari Tim SAR untuk memberikan bantuan terhadap korban gempa di Pidie Jaya.
Selain mengirimkan personil dengan segala perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk membantu evakuasi korban yang masih tertimbun, terjebak dalam reruntuhan bangunan yang rubuh akibat guncangan gempa, dalam waktu yang sama, pihaknya juga mengirim beras dan mie instan.

Syamsul mengatakan pihaknya sangat terpanggil dan merasa sangat berduka serta prihatin atas terjadinya musibah gempa bumi yang menimbulkan ratusan korban jiwa tersebut.

“Apalagi kita sesama masyarakat provinsi Aceh, tentu duka mendalam warga Pidie Jaya juga merupakan duka kita juga, sehingga sudah menjadi kewajiban kita semua membantu mereka apa yang kita bisa, baik tenaga, moril maupun materil,” ujar Syamsul. (dir/mag-63/urd/rif)