Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 10 Dec 2016 14:43 WIB ·

Pasca Gempa 6,5 SR, Petani Pijay Mulai Tanam Padi Lagi


 ILUSTRASI : Petani Meuredu Pidie Jaya masih mengandalkan alat tradisonal untuk meratakan tanah sawah sebelum ditanami padi. Sabtu (10/12) pagi.  DOKUMEN RAKYAT ACEH Perbesar

ILUSTRASI : Petani Meuredu Pidie Jaya masih mengandalkan alat tradisonal untuk meratakan tanah sawah sebelum ditanami padi. Sabtu (10/12) pagi. DOKUMEN RAKYAT ACEH

MEUREUDU (RA) – Hari ke-empat pasca gempa 6,5 SR mengguncang Pidie Jaya, aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan. Selain kios, toko dan warung kopi mulai dibuka, begitu juga halnya dengan petani sudah turun ke sawah lagi menanam padi.

Seperti amatan Rakyat Aceh di Desa Beurawang dan desa sekitar dalam Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Sabtu (10/12) pagi.

Petani dan pemilik turun ke sawah untuk menanam padi dan meratakan tanah pakai alat tradisional -Creuh Unggok- atau garuan kayu dilengkapi belah sisir dari kayu dan besi.

Petani yang sudah turun ke sawah, ada yang meratakan tanah sawah sebelum menanam dan juga sudah siap ditanam padi. “Untuk menghemat biaya produksi petani, umumnya masih menggunakan alat tradisional Creuh Unggok,” ujar wakil ketua Kejruen Blang Udep Sare, Pudin Muhammad.

Pudin Muhammad juga sebagai anggota tuha peut Desa Beurawang mengharapkan, agar hasil panen padi musim ini hasilnya meningkat. Sebab musim lalu hasil panen menurun, dampak serangan hama tikus sehingga hasil panen merosot.

Lahan sawahnya seluas setengah hektar di empat lokasi saat panen lalu hanya dapat hasil cuma 2.2 ton dan turun drastis dari panen biasa mencapai sampai 4 ton.

Kondisi serangan tikus juga di Ulee Gle dan Meurah Dua. Untuk hama keong mas dan lain bisa diatasi petani dengan cara menyemprot racun.

Dikatakan juga, luas total sawah di wilayah Kejruen Udep Sare sekarang tinggal 38 hektare dari luas dulunya 40 hektar. “Seiring pengembangan kota, lahan sawah produktif banyak sudah beralih fungsi menjadi rumah, toko dan kantor,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kejruen Blang Udep Sare Meureudu Pidie Jaya meraih juara III lomba Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kejruen Blang se-Aceh, 17 November 2016 di Banda Aceh. (rah/rif)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dan Warga Beungga Terus Kerja Keras Buka Jalan Pertanian

27 February 2024 - 13:24 WIB

Sekda Kukuhkan Pokja Gugus Tugas Bisnis dan HAM Aceh

26 February 2024 - 18:20 WIB

Kolaborasi Satgas TMMD ke-119 Kodim 0102/Pidie dengan Masyarakat Bersihkan Lingkungan Cegah Banjir dan Demam Berdarah

25 February 2024 - 09:05 WIB

Mahasiswa KPM UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kunjungi Rumah Baca Inspirasi Cendekia di Wih Pesam

24 February 2024 - 13:58 WIB

Ditemani Sang Istri, Pj Bupati Aceh Besar Tarek Pukat Bersama Nelayan di Pasie Jantang Lhoong

21 February 2024 - 16:18 WIB

Salah Input di TPS 001 Cipari-pari Timur Subulussalam, Suara Bang Joni dan Cage Bertambah, Syech Fadhil Justru Hilang

21 February 2024 - 16:14 WIB

Trending di Uncategorized