Pencarian Tiga Nelayan Asal Meukek Dihentikan Sementara

Puing-puing kapal ikan, yang diduga milik nelayan asal Meukek, Kabupaten Aceh Selatan yang terdampar di pantai Desa Lewak, Kecamatan Simeulue, Sabtu (4/12) lalu. FOTO: AHMADI/RAKYAT ACEH

SIMEULUE (RA) – Operasi pencarian tiga nelayan asal Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, di perairan laut Simeulue, untuk sementara dihentikan oleh SAR dan TNI AL setempat.

Penghentian operasi gabungan pencarian tersebut, dijelaskan Komandan Pos SAR Simeulue, Rahmad Kenedi, yang ditemui Rakyat Aceh di kota Sinabang, Ahad (11/12) pagi.

“Untuk sementara sudah kita hentikan operasi pencarian terhadap tiga nelayan asal Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, di perairan laut Simeulue,” katanya.

Dia merincikan, operasi pencarian digelar sejak Rabu-Sabtu (7-10/12), dengan lokasi wilayah operasi di perairan laut pulau Selaut Besar, salah satu pulau terdepan NKRI, dan perairan laut Kecamatan Alafan.

Operasi pencarian yang melibatkan TNI AL dan mengerahkan Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) TNI AL Simeulue, resmi dihentikan sementara, terhitung hingga pukul 00:00 WIB, Sabtu (10/12).

Dari hasil operasi pencarian selama 4 hari itu, tim gabungan operasi pencarian, tidak menemukan tanda-tanda maupun benda-benda milik 3 nelayan, asal Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

“Selama pencarian di lokasi dugaan hanyut tiga nelayan itu, tidak ditemukan tanda-tanda maupun benda-benda milik tiga nelayan itu, meskipun awalnya sempat terdampar di sejumlah Barang Bukti di pantai Desa Lewak, Kecamatan Alafan,” imbuhnya.

Sebelumnya pecahan dan puing-puing kapal boat ikan tanpa awak yang diduga milik nelayan, Meukek Kabupaten Aceh Singkil, terdampar di kawasan pantai Desa Lewak, Kecamatan Alafan, Kabupaten Simeulue.

Bangkai kapal boat ikan itu ditemukan warga desa setempat, Sabtu (4/12), sekitar pukul 17:00 WIB, kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib dan sejumlah Barang Bukti (BB) diamankan di Polsek Alafan.

Selanjutnya, setelah temuan bangkai kapal tanpa awak itu, pihak masyarakat dan Polisi Airud Polres Simeulue, melakukan penyisiran dan pencarian di pantai serta perairan laut Kecamatan Alafan, hingga perairan laut pulau Selaut Besar salah satu pulau terdepan NKRI.

Sejumlah BB yang diamankan yakni, baju satu stel, pasta gigi, hand phone -Nokia dan uang tunai Rp69 ribu. Satu jerigen berisikan minyak solar sebanyak 20 liter, GPS 128 merk Garmin, GPS Map 585 merk Garmin, Alkom(SSB) merk Icom ic-718.

Adapun ciri-ciri kapal ikan yang diduga milik nelayan Aceh Selatan itu, dengan nama “Satria”, milik Azhar dan dua orang ABK atas nama Samsuar (23), sedangkan satu orang lagi belum diketahui identitasnya.(ahi/rif)