Jangan Paksa Karyawan Muslim Pakai Atribut Natal

ist

Harianrakyataceh.com –  Para pimpinan perusahaan di Kota Tasikmalaya dilarang memaksa karyawannya menggunakan atribut Natal. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH Achef Noor Mubaroq mengatakan, penggunaan atribut Natal untuk karyawan muslim, sedikit banyak bisa berpengaruh kepada psikologi mereka.

Apalagi mereka yang punya ketaatan agama yang kuat. “Pasti sakit ketika harus menggunakan atribut yang memang bertentangan dengan kepercayaannya,” ujar KH Achef saat dihubungi Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group), kemarin (13/12).

Achef mengimbau para pengusaha untuk tidak memaksa karyawan muslim ikut mengenakan atribut umat Kristen itu. Jika terjadi, kata Achef, hal itu bisa memicu permasalahan, khususnya antara karyawan dengan lingkungannya. “Kita semua tidak ingin kan nantinya ada masalah,” terang ulama kharismatik ini.

Larangan serupa juga datang dari Kepala Kantor Kesbangpol Kota Tasikmalaya H Deni Diyana. Bahkan, pihaknya pernah menemukan ada karyawan muslim yang menggunakan atribut santa saat peringatan salah satu hari besar Kristen. Pihaknya langsung melakukan peneguran kepada pengelolanya. “Masih tahun 2016,” katanya.

Soal larangan penggunaan atribut Natal kepada karyawan muslim, kata Deni, Pemerintah Kota Tasikmalaya merasa tidak perlu mengeluarkan surat edaran, karena aturan itu sudah sepaket dalam Perda Tata Nilai.

Dia meminta para pengusaha untuk bisa mematuhi peraturan tersebut. Termasuk pada perayaan Natal nanti. “Kalau tetap dilakukan, otomatis sudah melanggar Perda,” jelas alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini. (rga/na/yuz/JPG)