Warga Temukan Dua Bom

JINAKKAN BOM: Tim Jihandak Brimob Jeulikat menjinakkan bom di kawasan Cunda, Lhokseumawe, Rabu (14/12) IDRIS BENDUNG/RAKYAT ACEH

Diduga Peninggalan Konflik

LHOKSEUMAWE (RA) – Warga temukan benda berbahaya, berdaya ledak tinggi di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Disinyalir benda itu merupakan sisa peningalan saat Aceh dilanda konflik.

Keduanya telah diamankan pihak kepolisian dari kesatuan Penjinak Bom Detasemen B Jeuleukat Lhokseumawe, Rabu (14/12).
Benda pertama yang ditemukan berupa mortir. Warga yang menemukan Fauzi, asal Desa Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Saat itu, ia sedang merapikan tanah timbun di depan rumahnya.

“Saya lagi meratakan tanah timbun di depan rumah, ketika saya cangkul lalu saya liat ada benda yang berkarat, kemudian saya bersihkan menggunakan sendok,” ujar Fauzi kemarin.

Curiga barang temuannya berbahaya, Fauzi lantas mengabari kerabatnya yang kebetulan merupakan polisi. Saat itu juga dipastikan benda itu merupakan mortil. Selanjutnya diamankan pihak kepolisian untuk mengetahui kandugan di dalamnya.
“Saat itu saya fikir benda apa, sayapun sempat meminta warga lain untuk membuangya ke tambak,” tuturnya.
Sebelumnya, warga Gampong Sido Mulyo, Kuta Makmur, Aceh Utara, juga menemukan peluru pelontar GLM. Benda berbahaya itu ditemukan Ismail (65), lantas diserahkan ke Polsek Simpang Keramat.

Menurut Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, warga tersebut menemukannya saat membersihkan padi di Gampong Kilometer 8, Kecamatan Simpang Keramat.

Hendri imbau warga bila mendapatkan barang–barang mencurigakan atau berbahaya tidak diotak-atik, namun segera melapor pada pihak kepolisian terdekat.
“Bila menemukan benda mencurigakan sesegera mungkin melapor ke polisi. Hal ini agar terhindar dari hal–hal tidak diinginkan,” jelasnya.

Sementara itu, di tengah berlangsungnya upaya menjinakkan bom oleh Brimob Jeulikat, justru ratusan warga berusaha mendekati lokasi. Petugas terpaksa menambah personil untuk menertibkan lalu lintas.

Tak hanya pria, temuan bom juga menarik perhatian ibu rumah tangga. Mariani, seorang diantaranya, usai berbelanja di pasar Cunda, ia menyempatkan diri singgah melihat petugas bekerja.

“Apa ada bom,” ia bertanya pada warga lainnya. Melihat kesibukan petugas, Mariani malah mendekat.
Bom berhasil dijinakkan polisi sekitar pukul 11.15 WIB.(val/ung/arm/mai)