Doa Ibu Presiden Untuk Putri

PIDIE JAYA (RA)-Di bawah tenda ukuran empat kali delapan meter, Putri (5) meringis kesakitan. Tenda pengungsi berhawa panas menambah isak tangis Putri dipangkuan neneknya. Suara tangis gadis kecil dengan rambut keriting acak-acakan itu, justru mendapat perhatian khusus dari Ibu Negara Republik Indonesia, Iriana Jokowi, saat mengunjungi Pidie Jaya.

Putri berbaring lemas di tengah-tengah para pengungsi lainnya. Dan, siapanyana tiba-tiba Ibu Iriana nyelonong ke kerumunan pengungsi dalam tenda. Sementara Presiden Jokowi dan para menteri sudah berpindah ke tenda lain.

Itu tentu saja setelah suara isak tangis Putri mengetarkan hati Ibu Negara kelahiran Surakarta itu, Iriana tak segan-segan mengulus kepala Putri, “Diam ya nak. Cepat sembuh,” ujarnya dengan suara lembut.

Tangisan Putri belum juga terhenti. Bahkan, sampai neneknya ikut kembali merayu sang cucu untuk diam. “Ini Ibu Presiden Jokowi,” sang nenek berusaha memperkenalkan dengan bahasa Aceh cukup kental.
Sejak dipengungsian Putri mengalami demam. Ia sudah mendapatkan pertolongan tim medis di posko.

Belum reda juga tangisan Putri, Ibu Negara menyodorkan sejumlah buku bacaan guna terhibur di tengah keramaian orang kala itu. Tak lama berselang, Ibu Iriana melirik kearah belakang mencari ajudannya. Tentu saja, Ibu Negara kembali memberikan bingkisan sejumlah dana kepada Putri dan Neneknya.

Lama juga Ibu Negara kelahiran 1963 itu, bersenda gurau menghibur Putri pengungsi Rieng Blang. Paling tidak sampai juga 5 menit. Jelang Putri berhenti menangis, Ibu Negara yang mengenakan jilbab warna pink itu terpaksa meninggalkan tenda. Sambil berharap bocah itu, segera membaik. “Cepat sembuh ya Putri,” ujarnya, sambil mengacungkan jempol untuk pamit mengitari tenda pengungsi lainnya.