Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 16 Dec 2016 04:24 WIB ·

Malam, Kedai Ulim Sepi Tak Berpenghuni


 Malam, Kedai Ulim Sepi Tak Berpenghuni Perbesar

PIDIE JAYA (RA) – Bencana gempabumi Pidie Jaya telah berlalu delapan hari. Namun rasa trauma dan ketakutan masih saja terlihat di wajah warga setempat. Trauma warga begitu kasat mata, jelas terlihat saat berkunjung ke lokasi bencana.

Dampak dari rasa trauma tentu berbeda-beda setiap lokasi, bagi masyarakat yang tinggal di pedalaman maupun di perkotaan. Seperti halnya Keude Ulim yang merupakan sebuah kota kecil di Kabupaten Pidie Jaya. Jika siang hari, kita melihat kesibukan dan aktifitas masyarakat.

Sejumlah usaha masyarakat tampak hidup, baik itu rumah makan, bengkel, toko kelontong maupun lainnya. Tapi siapa sangka, kalau aktifitas itu hanya terlihat di siang hari saja. Sebab, malam hari, semua penghuni Ruko yang berjejer di Keude Ulim, mengosongkan tempat usahanya.

“Kami semua yang tinggal di Keude Ulim pulang ke rumah kalau malam hari,”ucap M Yani seorang pedagang nasi, Kamis (15/12).

Ditanya apa alasan harus pulang ke rumahnya di desa masing-masing? M Yani mengatakan mereka masih trauma terhadap gempa yang setiap hari terjadi.

“Kami masih takut bang. Sebab gempa hampir setiap hari masih terjadi. Apalagi anak-anak, mereka kerap takut begitu gempa datang,”ungkapnya yang dibenarkan istrinya.
Intinya, Keude Ulim kalau malam hari sepi, karena tidak ada warga yang tinggal. Semua pulang ke rumah masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga lainnya. Penghuni Keude Ulim trauma tinggal di toko berbahan beton.

Kondisi ini ternyata berbanding terbalik dengan warga yang berada di pedalaman. Tetapi semua sama, rasa trauma masih menggayuti masyarakat. Lokasi pengungsian masih saja terlihat di sejumlah lokasi desa dan jalan. Namun lokasi pengungsian, pada siang hari tampak sepi, mereka akan ramai pada malam hari. (agt/mai)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Empat Putra Terbaik Pidie Mendaftar ke GERINDRA Menjadi Cagub Aceh, Muhammad Nazar Tampil Cermelang dalam Presentasi Visi-Misi

13 June 2024 - 20:06 WIB

Pj Ketua PKK Aceh Belanja Sajian Dapur di Pasar Tani

13 June 2024 - 19:17 WIB

Peringati Milad ke 55, IAIN Lhokseumawe Gelar Rangkaian Kegiatan

12 June 2024 - 10:26 WIB

Pj Bupati Iswanto Dampingi Pj Gubernur Aceh Tinjau Venue PON Paralayang di Sibreh

7 June 2024 - 20:07 WIB

Warga Krueng Raya Nikmati Pasar Khusus Jelang Idul Adha, 400 Kupon Laris Manis

6 June 2024 - 19:22 WIB

29 May 2024 - 20:10 WIB

Trending di Uncategorized