Presiden Perintahkan Pencarian Bantuan

PIDIE JAYA (RA) – Presiden Joko Widodo memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pencairan bantuan untuk warga korban gempa. Hal ini dilakukan agar warga dapat segera membangun kembali tempat tinggalnya yang rusak, akibat dampak gempa berkekuatan 6,5 SR hari lalu.

“Saya telah perintahkan agar bantuan segera bisa diberikan. Sehingga warga bisa kembali membangun rumahnya yang rusak akibat gempa,”ujar Presiden saat kunjungi lokasi korban gempa di Gampong Kuta Pangwa, Kecamatan Trieng Gadeng, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis (15/12) siang.

Sambung Presiden, untuk menentukan besarnya bantuan, nanti akan ada proses verifikasi, sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan. Namun Presiden meminta agar yang rusak berat sudah diverifikasi, dan dilanjutkan kepada yang rusak sedang dan ringan.

“Tentunya verifikasi membutuhkan waktu,” jelasnya.
Selain itu, Presiden juga memastikan bantuan pada korban gempa apalagi yang masih mengungsi, berupa logistik dan bahan pangan harus segera tersalurkan dalam waktu dekat ini.

“Saya ke sini hanya ingin ngecek dan yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR sudah dimulai apa belum, sudah dibersihkan apa belum, itu akan saya cek terus. Bantuan juga semuanya harus segera tersalurkan,” tegas Presiden Jokowi.

Kunjungi Presiden Jokowi ke Pidie Jaya didampingi Ibu Iriana serta Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Sosial Khohifah Indar Parawansa, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Kepala BNPB Willem Rampangilei dan Plt. Gubernur Aceh Soedarmo.

Batal Resmikan Pembangunan

Meski helikopter mendarat di lapangan bola kaki Samalanga Bireuen, Presiden Joko Widodo dan rombongan pejabat tinggi negara langsung menuju Pidie Jaya dan batal ke Pesantren Mudi Mesra. Sebelumnya presiden diagendakan meresmikan lokasi baru pembangunan STAI Al Aziziya yang rubuh akibat gempa.

“Iya benar Pak Presiden tidak jadi datang dan protokoler presiden sudah menghubungi pimpinan pesantren meminta maaf karena waktu terbatas. Kunjungan fokus ke lokasi yang belum dikunjungi,” ujar Rektor IAI STAI Al Aziziyah, Tgk Muntasir Abdul Kadir.
Rektor menjelaskan, peletakan batu pertama belum terjadwal, sebab desain dan perencanaan belum ada. Lokasi pembangunan gedung baru STAI Al Aziziyah pindah seratus meter ke arah utara dari lokasi lama, masih dalam Desa Miduen Jok Samalanga. Lahan luasnya 32,3 meter dan panjang 171,3 meter itu lahan wakaf masyarakat.

Gedung baru dibangun empat lantai oleh Kementerian PUPR. Menurut rektor, telah ditunjuk seorang deputi untuk berkoordinasi penyelesaian DID-nya. Gedung STAI Aziziyah yang akan dibangun nantinya, hanya berjaraknya dengan jalan di kawasan itu sekitar 50 meter. (agt/rah)

Presiden Jokowi Tiba di Bireun, Sejumlah Lokasi Terdampak Gempa akan Dikunjungi*

Setelah menempuh penerbangan dari Banda Aceh dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo tiba di helipad Lapangan Bola Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun, Kamis, 15 Desember 2016, pukul 10.45 WIB

Presiden Jokowi disambut oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Dari Bireun, Presiden Jokowi akan mengunjungi sejumlah lokasi pengungsian warga dan daerah terdampak gempa yang terjadi pada 7 Desember 2016 yang lalu. Lokasi yang pertama didatangi adalah Posko Pengungsi Rhieng Blang di Halaman Masjid Istiqomah, Kecamatan Meureudu, Kabupaen Pidie Jaya.

Di lokasi ini Presiden bertemu para pengungsi dan menyapa anak-anak yang menyambut kedatangannya dengan menyanyikan lagu berlirik:

_Pak Jokowi siapa yang punya,
Pak Jokowi siapa yang punya,
Pak Jokowi siapa yang punya,
Yang punya anak Indonesia_

Sebagaimana diketahui, 3 wilayah yang terkena dampak bencana gempa Pidie Jaya adalah Kabupaten Bireuen, Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Pidi. Di wilayah yang terkena dampak bencana gempa, Presiden direncanakan akan mengunjungi posko pengungsian, sekolah dan masjid.

Kunjungan kerja Presiden ke Aceh ini merupakan yang kedua dalam seminggu terakhir. Pada kunjungan kerja pertama setelah terjadi bencana gempa, Jumat, 9 Desember 2016, usai melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Besar Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireun, Provinsi Aceh, Presiden mengatakan bahwa kunjungannya ke Aceh untuk memastikan penanganan bencana gempa dilakukan dengan baik.

“Pemerintah pusat akan berusaha sekeras-kerasnya untuk segera membangun kembali terutama fasilitas-fasilitas umum baik majelis, pondok pesantren, sekolah-sekolah dalam waktu yang secepat-cepatnya,” ujar Presiden saat itu.

Tampak hadir pula dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khohifah Indar Parawansa, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Plt. Gubernur Aceh Soedarmo.

Bireun, 15 Desember 2016
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin