Tujuh Masjid dan 785 Rumah Rusak

RETAK: Musannif (24) bilal di masjid Al Ghamamah Desa Kandang Samalanga menunjukkan kondisi tiang dan dinding masjid retak-retak, Kamis (15/12). RAHMAT HIDAYAT/RAKYAT ACEH

Akibat Gempa

BIREUEN (RA) – Selain merubuhkan gedung STAI Al Aziziyah dan kubah masjid di pesantren Mudi Mesra. Sebanyak tujuh masjid dan 785 rumah dan dua jembatan di Samalanga, Kabupaten Bireuen, juga mengalami kerusakan akibat gempa 6,5 SR melanda Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen.

Tujuh masjid mengalami kerusakan itu antara lain masjid Po Teumeurehom, Desa Midun Jok kondisi rusak berat. Masjid Al Falaq, Desa Namploh Blang Garang rusak sedang. Masjid Al Ghamamah, Desa Kandang rusak ringan. Masjid Al Munawarah, Desa Masjid Baro rusak berat.

Selain itu Masjid Kutablang, Desa Meunasah Lueng rusak sedang dan masjid Tgk Dipulo Baroeh, Desa Pulo Baroeh rusak sedang serta masjid Taqwa, Desa Gle Mendong rusak ringan. Jembatan rusak di Desa Sangso dan di Bate Iliek.

Data sementara kerusakan rumah sampai 15 Desember 2016, pukul 00.00 WIB. Rumah rusak berat 102 unit, rusak sedang 202 unit, rusak ringan 481 unit. Untuk pengungsi awalnya ada di tempat lokasi, berkat kerjasama semua pihak sudah tidak ada lagi, jelas Kepala BPBD Bireuen Farhan Husein di posko kantor Camat Samalanga, Kamis (15/12).

Musannif (24) bilal di masjid Al Ghamamah, Desa Kandang mengatakan akibat gempa satu tiang samping masjid pecah dan dinding dibeberapa bagian retak. Ia berharap proses rehabilitasi bangunan segera dilakukan agar warga tidak cemas.

Harapan senada juga dikatakan Bupati Bireuen non aktif H Ruslan M Daud. “Diharap pada Pemerintah Pusat maupun Provinsi Aceh agar segera tangani berbagai kerusakan yang terjadi paska gempa. Secara khusus penanganan masjid perlu perhatian,” ujarnya. (rah/mai)