TERTIDUR: Bayi yang ditemukan warga di wudhuk tertidur pulas di ruang rawat Perinatologi BLU RSUD dr. Fauziah Bireuen, Jumat (16/12). RAHMAT HIDAYAT/RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Bayi laki-laki ditemukan bilal meunasah di tempat wudhuk Meunasah Pulo Peudada Bireuen, sampai Jumat (16/120 siang, masih dititip rawat di ruang Perinatologi RSUD dr Fauziah dan belum ada calon orang tua mengajukan adopsi.

“Belum ada calon orang tua angkat yang mengajukan permohonan untuk mengadopsi atau mengangkatnya sebagai anak,” ungkap Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bireuen, Ridwan, SH melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Dewi Utami,S.Ag ditanyai Rakyat Aceh, Jumat (16/12) pagi.

Apabila dalam batas waktu sampai tiga minggu bayi Mr X dirawat di rumah sakit itu, belum ada orang tua angkat yang mengadopsinya, untuk proses perawatan lanjutan bayi itu nantinya akan diserahkan untuk dirawat di panti asuhan di Banda Aceh.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dewi Utami,S.Ag ditanyai terkait syarat adopsi anak, merincikan. Anak yang diadopsi berusia dibawah lima tahun, benar-benar anak yang terlantar dari keluarga tidak mampu, calon orang tua angkat sudah menikah minimal lima tahun, usia orang tua angkat minimal 30 sampai 50 tahun, tidak memiliki anak atau satu anak angkat.

Hal-hal yang harus dilengkapi untuk adopsi anak antara lain. Surat permohonan adopsi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Sosial Aceh yang ditandatangani oleh suami-istri diatas materai enam ribu. Foto kopi buku nikah, foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami-istri, foto kopi kartu keluarga (KK), daftar gaji, pasphoto orang tua angkat 3×4 tiga lembar.

Foto calon anak angkat seluruh badan tiga lembar, akte kelahiran anak/surat keterangan lahir, surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian setempat (suami-istri), surat keterangan mampu ekonomi dari tempat kerja.

Surat pernyataan tertulis orang tua angkat (suami-istri) dan bermaterai enam ribu, ada dua poin yaitu memenuhi kebutuhan jasmani, rohani dan sosial anak secara wajar dan juga tidak menelantarkan anak serta memperlakukan anak angkat sama dengan anak kandung.

Surat keterangan berbadan sehat dari rumah sakit atau puskesmas. Surat keterangan tidak mungkin mempunyai anak yang dikeluarkan oleh dokter ahli kandungan dari rumah sakit pemerintah. Berita acara serah terima dari Dinsos kabupaten (jika orang tua kandung telah meninggal dibuktikan dengan surat keterangan dari keuchik/lurah. Surat keterangan sehat secara mental dari psikiater.

Semua point dari satu sampai lima belas di leges dan fotokopi. Tambahan, surat permohonan pelaksanaan sidang viva atas nama cota oleh Dinas Sosial Bireuen. Surat ijin pengasuhan sementara dari Dinas Kesehatan. (rah/min)