Hina Nabi dan Ulama Lewat Facebook Polisi Tangkap Luhut

DUGAAN PENISTAAN: Luhut (40) warga Desa Subulussalam Utara Kecamatan Simpang Kiri diperiksa petugas polres Aceh Singkil terkait dugaan penistaan agama di Kota Subulussalam, Kamis (15/12) malam. KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Polres Singkil menangkap Luhut (40), warga Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Kamis malam (15/12). Ia diduga melakukan penistaan agama lewat akun facebooknya.

Polisi menangkapnya di kediaman, tanpa perlawanan. “Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan personel Polsek Simpang Kiri dan Intel dari Polres langsung mengamankan terduga dan dibawa ke Mapolres “ kata Kasat Reskrim, Iptu. Agus Riwayanto Diputra atas nama Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Milyardin, SIK.

Dugaan penistaan agama itu mencuat setelah Karlinus, warga Desa Penanggalan Kecamatan Penanggalan, melihat postingan Luhut. Lalu, ia foto tampilan akun media sosial tersebut dan melaporkan ke Majelis Permusyaratan Ulama (MPU) setempat.

Selain ke MPU, Karlinus juga menyampaikan ke pihak intel kepolisian, sebelum postingan itu tersebar ke pengguna facebook lainnya. “Setelah melihat status terduga, saya sempat komentari apa maksud terduga, dikomentar kami sempat debat. Terduga mengaku bukan dia yang menulis, tetapi sepupunya yang kini sudah dia suruh pulang ke medan. Sebelum menyebar kemana-mana, saya sampaikan ke MPU dan intel dari kepolisian,” kata Karlinus, usai pemberkasan Berkas Acara Pidana (BAP) di Mapolsek Singkil, Jumat (16/12).

Mantan Wakil Ketua DPRK Subulussalam periode 2009-2014 itu, juga menyebutkan setelah adanya keributan itu, postingan di akun facebook sudah dihapus pemiliknya. Tapi, tambahnya, ia telah memfoto postingan tersebut untuk dijadikan sebagai barang bukti.
Agus Riwayanto Diputra mengatakan pihaknya telah mengamankan terduga setelah mendapat laporan dari Karlinus. Saat ini tambah Agus, terduga telah diperiksa di ruangan Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Aceh Singkil. Selain terduga, polisi juga memeriksa istri pelaku. “Terduga mengaku bukan dia yang menulis tetapi keponakannya. Itu haknya tapi saat ini kami terus melakukan pengembangan,” tambah Agus.

Ke depan kata Agus, setelah memeriksa seluruh saksi pihaknya juga akan menyurati MPU untuk meminta keterangan apakah tindakan ini merupakan suatu penistaan agama. Polisi menjerat Luhut pasal 28 ayat 2 UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Agus mengaku pihaknya akan menyelesaikan kasus ini dengan cepat, apalagi menyangkut dengan atensi publik.Ia meminta warga tetap tenang, apalagi terduga telah ditahan dan dilakukan pemeriksaan.
“Kami berharap kepada masyarakat untuk tetap tenang. Pelakunya saat ini sudah kita amankan,” harap Agus.

Sementara itu, Ketua MPU Kota Subulussalam, Ustaz. H. Qaharuddin Kombih menyatakan jika kepolisian meminta keterangan, maka pihaknya akan meneruskan permintaan itu ke MPU Aceh. Hal itu sesuai Qanun Aceh nomor 2 tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Ulama, pasal 5 huruf b bahwa memberikan arahan terhadap perbedaan pendapat dalam masalah keagamaan baik sesama umat Islam maupun antar umat beragama lainnya.

“Yang berwenang mengeluarkan fatwa itu adalah MPU Provinsi,” kata Qaharuddin. “Mari kita percayakan penanganan kasus ini ke pihak yang berwajib apalagi pelakunya sudah tahan dan diproses,” harapnya. (lim/mai)