PENA RENCONG: Siapa yang Pantas Gantikan Andik?

Andik Vermansyah

Oleh, Afrizal Meukek

CEDERA yang menimpa winger Timnas Indonesia, Andik Vermansyah di leg pertama final AFF beberapa hari yang lalu membuat pusing Alfred Riedl. Harus diakui, punggawa Selangor FA merupakan pemain kunci timnas yang kerap menyulitkan pertahanan lawan dengan kecepatannya.

Opsi menggantikan Andik dengan Zulham Zamrun sepertinya belum berjalan maksimal, meski memiliki tipe permainan yang mirip, tapi Zulham belum mampu menggantikan peran Andik saat final leg pertama di Stadion Pakansari, Bogor 14 Desember lalu. Zulham sering membuat kesalahan sendiri yang kerap merugikan timnas.

Ekspektasi publik sepakbola Indonesia akan gelar juara AFF sangat tinggi. Dengan modal kemenangan kandang 2-1, Indonesia sebenarnya berada di atas angin. Namun bermain di Rajamangala Stadium, Thailand sebagai tamu dengan mencoba mempertahankan agregat 2-1 bukan perkara mudah, ditambah lagi minus Andik Vermansyah di sarting eleven Garuda.

Dengan posisi tertinggal, Thailand dipastikan akan bermain menyerang untuk dapat mencuri gol untuk dan mempertahankan trophy piala AFF. Namun apakah Riedl akan memaksa strategi bertahan untuk mengamankan hasil 2-1?, tentunya ini sebuah strategi yang sangat beresiko karena Thailand memiliki barisan depan yang sangat mematikan.

Lalu, apa yang mesti dilakukan Riedl tanpa Andik di starting elevent agar Indonesia bisa mengukir sejarah sebagai juara AFF yang pertama kalinya.

Ada beberapa strategi yang mungkin bisa dilakukan Riedl. Pertama, kalau Riedl tetap merasa nyaman dengan formasi 4-2-3-1, maka Riedl harus memilih Bayu Gatra menggantikan posisi Andik. Bayu Gatra memiliki karakter permainan mirip Andik, memiliki kemampuan drible, kecepatan dan pergerakannya sulit diprediksi.
Ini tentunya akan membuat bek kiri Thailand, Thearathon Bunmathan berpikir dua kali untuk meninggalkan posnya yang kemudian memecah konsentrasinya dalam membantu serangan menekan Indonesia. Ini sebuah keuntungan, strategi menempatkan Bayu Gatra bisa mengurangi volume serangan Thailand karena mampu menarik perhatian pertahanan Thailand untuk mengawasinya, khususnya Thearathon Bunmathan yang selama ini sering menyisir sektor kanan Indonesia dan memberikan umpan silang. Perlu diingat, Gol Terasil Dangda ke gawang Kurnia Meiga di final Leg pertama bermula dari umpang silang Thearathon.

Pilihan selanjutnya, Riedl bisa saja memberikan posisi Andik kepada Stefano Lilipay. Pemain Naturalisasi ini juga memiliki kemampuan bermain di sayap. Namun Riedl tentunya harus mencari pemain lain yang bisa menggantikan posisi asli Stefano di belakang striker. Apakah Riedl berani memberikan kesempatan kepada Evan Dimas menempati posisi penting tersebut.

Opsi lain, Riedl bisa saja menggunakan formasi 4-4-1-1 dengan menempatkan Boaz Salossa sendirian di depan. Namun strategi ini harus didukung kekuatan lini tengah yang mampu melakukan pressure ketika Thailand menguasai bola. Lini tengah Indonesia harus bekerja ekstra keras menutup celah dan mencuri bola untuk kemudian mengarahkan dengan cepat ke Boaz Salossa dan kemudian melakukan support mendukung Boaz yang sendirian di depan.

Selain opsi ini, mungkin Riedl juga memiliki opsi lain yang bisa meredam agresifitas Thailand. Namun apapun dari strategi itu, tentunya publik sepakbola Indonesia berharap Hansamu Yama Pranata dkk mampu tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara. (rif)