Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

Uncategorized · 20 Dec 2016 05:45 WIB ·

Korban Gempa Masih Trauma


 DUKA PILU: Jamaluddin (45) bersama keluarganya, merupakan korban gempa Pijay yang diamputasi kaki paska kejadian, Pidie Jaya, Senin (19/12).
AMRIZAL ARNIDA/RAKYAT ACEH Perbesar

DUKA PILU: Jamaluddin (45) bersama keluarganya, merupakan korban gempa Pijay yang diamputasi kaki paska kejadian, Pidie Jaya, Senin (19/12). AMRIZAL ARNIDA/RAKYAT ACEH

PIDIE JAYA (RA)– Korban gempa di Pidie Jaya, hingga saat ini masih trauma dan tidak berani tidur di rumah yang masih layak huni. Warga terpaksa mendirikan tenda-tenda darurat di depan rumah, tidur dalam tenda tersebut pada malam hari. Karena gempa susalan masih terus terjadi hingga Sabtu kemarin.

Sementara korban gempa yang rumahnya hancur memilih tidur ditenda-tenda pengungsi. Seperti di Kecamatan Trienggadeng, Ulim, Pante Raja, Meureudu, Meurah Dua, Jangka Buya, Bandar Baru dan Kecamatan Bandar Dua.

Umumnya, di pagi hari warga pengungsi ini pulang ke rumah untuk membersihkan perabotan rumah tangga yang berserakan dari runtuhan gempa. Ada juga yang pergi ke sawah untuk bercocok tanam dan kembali menguliti pekerjaan sehari-harinya. “Kan tidak mungkin selamanya kami hanya berharap bantuan sembako dari para donator ,” ucap Aisyah seorang korban gempa di Trienggadeng, kemarin.

Ia mengatakan, walaupun masih trauma dengan sering terjadinya gempa susulan, tapi tetap berusaha bekerja seperti sebelum gempa. Ia juga mengakui, tidak berani tidur di rumah dan memilih tinggal di tenda yang dibangun di depan rumahnya.

Hal senada juga disampaikan Geuchik Gampong Rawasari, Trienggadeng, Mustafa M. Yusuf. Ia menyebutkan, warganya yang mengungsi sebanyak 1.061 jiwa masih trauma dengan gempa susulan. “Posko pengungsi kita berada di Meunasah Rawasari dengan mendirikan tenda,”jelasnya.

Sementara itu pantauan Rakyat Aceh kemarin, sebagian korban gempa yang rumahnya hancur juga tetap mendirikan tenda darurat dan tidak mengungsi ke posko pengungsian yang telah disediakan.

Sedangkan, warga yang rumahnya tidak hancur masih tetap menempati rumahnya. Namun, ketika gempa susulan seperti yang terjadi pada Sabtu pagi kemarin, baru keluar dari rumah karena cemas rumah akan roboh. (arm/mai)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Empat Putra Terbaik Pidie Mendaftar ke GERINDRA Menjadi Cagub Aceh, Muhammad Nazar Tampil Cermelang dalam Presentasi Visi-Misi

13 June 2024 - 20:06 WIB

Pj Ketua PKK Aceh Belanja Sajian Dapur di Pasar Tani

13 June 2024 - 19:17 WIB

Peringati Milad ke 55, IAIN Lhokseumawe Gelar Rangkaian Kegiatan

12 June 2024 - 10:26 WIB

Pj Bupati Iswanto Dampingi Pj Gubernur Aceh Tinjau Venue PON Paralayang di Sibreh

7 June 2024 - 20:07 WIB

Warga Krueng Raya Nikmati Pasar Khusus Jelang Idul Adha, 400 Kupon Laris Manis

6 June 2024 - 19:22 WIB

29 May 2024 - 20:10 WIB

Trending di Uncategorized