PERTEMUAN: Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengadakan technical meeting bersama Tim Sukses (timses) enam pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017 di Kantor KIP Aceh, Banda Aceh, Selasa (20/12). MURTY ALI LINGGA/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengadakan technical meeting bersama Tim Sukses (timses) enam pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017 di Kantor KIP Aceh, Banda Aceh, Selasa (20/12).

Rapat ini membahas dan menentukan pola teknis debat kandidat yang akan dilaksanakan pada 22 Desember 2016 mendatang di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh. Debat kali ini akan disiarkan langsung di salah satu stasiun televisi swasta.
Ketua KIP Aceh, Ridwan Hadi, menjelaskan, sesuai dengan peraturan KIP melakukan sosialisasi pada pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terkait mekanisme debat kandidat.

“Sesuai dengan mekanisme, kita sudah melakukan sosialisasi segmen-segmen pelaksanaan debat kandidat. Setiap segmen kita mengatur bagaimana mekanismenya,” kata Ridwan, pada Rakyat Aceh usai rapat.

Pertemuan tadi, sambung Ridwan, juga memberikan gambaran-gambaran dari setiap segmen, berapa durasi yang harus digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pembawa acara atau panelis. Serta komitmen dari tim kampanye bahwa akan menyiapkan waktu Paslon untuk bisa hadir dalam debat kandidat.

“Supaya pasangan lebih siap memberikan jawaban dalam ketersediaan waktu yang telah ditentukan bagi setiap pasangan calon. Itu juga sudah kita sepakati,” katanya.
Ia menambahkan, dalam rapat tersebut telah menyepakati beberapa hal terkait dengan pelaksanaan debat kandidat, seperti kesedian paslon untuk meluangkan waktu dan bisa hadir.

“Alhamdulillah kita sudah sepakati bersama dengan tim pemenangan sangan calon dan juga dihadiri panelis. Saya kira pertemuan tadi, sudah sangat akomodatif, sangat menunjukkan bahwa pelaksanaan debat kandidat itu siap dilaksanakan. Tentunya kita juga berharap, seluruh pasangan calon bisa hadir,” imbuhnya.

Segmen Debat
Ia menyebutkan, ada tujuh segmen yang akan berlangsung dalam sesi debat tersebut. Semua segmen itu memiliki waktu yang berbeda-beda pula.
Pertama pemaparan visi dan misi. Lalu kemudian dilanjutkan dengan penajaman visi-misi dengan menjawab pertanyaan dari panelis melalui host atau moderator,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, juga memberikan pertanyaan pada pasangan calon terkait dengan masalah dan isu-isu daerah. Lalu dalam dua segmen, memberikan kesempatan pasangan calon untuk saling bertanya. Dan di segmen keenam, pasangan calon di samping bertanya pada pasangan calon lainnya, juga bisa menanggapi jawaban atas pertanyaan tersebut.

“Dan terakhir kita tutup dengan clossing statetment dari masing-masing pasangan calon,” ujarnya.

Pada saat pelaksaan debat kandidat, masing-masing para Paslon hanya boleh membawa 20 orang pendudukungnya. Ini dilakukan karena tempat yang terbatas.

“Mudah-mudahan, pelaksanaan debat kandidat ini bisa berlangsung damai, sukses. Tentunya harapan kita bukan hanya semata-mata untuk mengajak orang untuk memilih salah saru pasangan calon, tapi lebih dititik beratkan juga pada pendidikan politik yang bertujuan untuk peningkatan partisipasi pemilih masyarakat Aceh,” harapnya.

Ketua KPI Aceh: Debat Kandidat Live Sangat Krusial
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Said Firdaus, menilai, debat kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang akan disiarkan secara langsung sangat krusial dan rawan terjadi kesalahan.
Ia memaparkan, dari tujuh segmen yang akan berlangsung pada debat, segmen lima paling krusial.

“Karena disitu pasangan saling tanya jawab. Karena ucapan mereka (Paslon Cagun Wagub) tidak bisa dikontrol,” ungkapnya.

Dikatakannya, lembaga penyiaranlah yang akan merasa tersakit jika pasangan calon melakukan pelanggaran-pelanggaran dalam debat kandidat ini.

“Kecuali pelaksanaan debat kandidat ini tidak disiarkan live. Kalau tidak live kita bisa mengedit dimana letak kesalahannya. Kalau live, ini sangat berpotensi terjadinya palanggaran-pelanggaran yang KPI anggap melanggar media penyiaran,” pungkasnya.
Ia berharap, dalam debat nantinya tidak muncul ucapan atau pernyataan yang tak baik.
“Berharap dalam debat kandidat nantinya tidak muncul ucapan yang tidak kita inginkan,” tuturnya. (mag-68/mai)