Nasib Persiraja Ditentukan Usai Pilkada

BANDA ACEH (RA) – Pengurus klub sepakbola ibu kota Aceh, Persiraja Banda Aceh sepertinya akan dibentuk setelah gelaran pilkada Februari 2017 mendatang. Hal itu ditanggapi sekretaris PSSI Aceh, Khaidir TM saat Rakyat Aceh menanyakan keikutsertaan Persiraja dalam kompetisi di bawah naungan PSSI baru yang dipimpin Edy Rahmayadi.

Untuk diketahui, tim berjuluk Laskar Rencong kini bermasalah dengan kekosongan pengurus setelah wakil ketua umum Persiraja Musri Idris menyatakan mundur usai kompetisi ISC B 2016 berakhir.

Khaidir menuturkan, Persiraja tetap akan tampil di kompetisi musim depan, tetapi persoalannya sekarang sedang pilkada, sehingga pengurus belum bisa dibentuk karena posisi walikota Banda Aceh saat ini dijabat oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt) yang tidak dapat mengambil kebijakan strategis, salah satunya tentang arah klub Persiraja.

“Kekosongan pengurus ini akan dipegang kembali wali kota terpilih nanti untuk membentuk struktur baru dalam tubuh Persiraja, intinya siapapun walikota Banda Aceh kedepan akan memikiki tanggung jawab besar menangani tim Persiraja,” kata dia, Selasa (20/12).

Penegasan Khaidir cukup beralasan, ia menyebut Persiraja merupakan klub besar yang dimiliki Aceh dan disegani hingga nasional. Terkait akan digulirnya kompetisi baru, ia menyebut akan ditetapkan dalam kongres PSSI 8 Januari 2017 mendatang.

“Apabila hasil kongres menetapkan kompetisi divisi utama digelar bulan April atau Mei, pasti semua tim di daerah akan mempersiapakn diri termasuk Persiraja Banda Aceh,” ucapnya.

Khaidir menambahkan, masa depan lantak laju harus menjadi perhatian prioritas pemko untuk membantu mencari dana musim depan meskipun ia mendapat wacana ketum PSSI Baru juga akan membahas teknis anggaran setiap klub apakah harus mandiri atau mendapat subsisi seperti kompetisi ISC B. “Nanti kita lihat dana klub seperti apa, tapi yang jelas pemerintah kota wajib mencari dana untuk Persiraja musim depan,” tambahnya.

Terkait status persiraja yang pernah promosi ke Liga Super tahun 2011, Khaidir menambahkan hal itu sudah dihapus dan Persiraja harus berjuang kembali dari Divisi Utama karena pada tahun 2012 Persiraja memilih bermain di IPL dan tidak memilih bermain di ISL, karena saat itu PSSI mengalami dualisme yang membuat PSSI terpecah menjadi kubu. (mag-69/rif)