PB Persani Minta Senam di Aceh Aktif

BANDA ACEH (RA) – Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) di bawah kepengurusan Ilya Avianti menggelar pertemuan dengan pengprov Persani Aceh di Cafe 3in1, Banda Aceh, Selasa (20/12).

Dalam kunjungan kemarin Ilya yang didampingi perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Aceh disambut Ketua Harian Persani Aceh, Musri Idris dan Sekretaris Bakhtiar Hasan. Hasil pertemuan tersebut PB Persani memberikan beberapa masukan kepada Persani Aceh untuk tahun 2017 mendatang.

Ilya Avianti mengatakan saat ini dirinya terus berhubungan aktif dengan pengprov di daerah untuk mencari potensi-potensi atlet senam yang bisa dilatih di masa depan. Ia juga menargetkan Persani Aceh segera muncul dengan menggelar berbagai even senam sehingga digemari masyarakat.

Ilya menyadari cabor senam masih kalah populer di Indonesia, berbeda dengan negara Rumania dan Jepang yang sudah terkenal di dunia. Oleh karena itu ia mengajak Persani Aceh agar bersama-sama membangun kejayaan olahraga senam yang sempat berprestasi di era 1970-an itu.

“Kami ingin menginventarisir masalah olahraga senam yang ada di Aceh, saya pengen pengprov Persani Aceh muncul aja dulu ga usah ke olahraga senam prestasi,” katanya di depan pengurus Persani Aceh.
Jika itu terealisasi, Ilya menyatakan siap menampung atlet daerah untuk dilatih di lima kota Indonesia yang sarana prasarana cabor senam sudah memadai. Lima kota itu yakni Riau, DKI Jakarta, Bandung, Makassar, dan Surabaya.

Untuk persiapan even Sea Games 2017 dan Asian Game 2018, PB Persani juga mengerahkan atlet ke 5 kota tersebut. “Caranya tentu membuat proposal atlet senam yang berpotensi sehingga kami bisa menjaring atlet di daerah jika pengprov belum miliki sarana dan prasarana bisa kirim ke 5 kota itu,” ucapnya.

Sementara, ketua harian Persani Aceh, Musri Idris berterima kasih atas kunjungan ketua PB Persani ke tanah rencong, ia mengaku dengan masukan yang diberikan menjadi pembenahan pihak pengurus di tahun 2017 nanti.

“Ini saya pikir menjadi satu motivasi buat kami, artinya selama ini program yang belum dijalankan akan dilakukan mulai tahun depan dan juga perlu bantuan dari beberapa stakeholder agar olahraga senam di Aceh muncul dan digemari masyarakat terutama pemuda,” ungkapnya. (mag-69/rif)