KIP Tindak Tegas Paslon

Sejumlah aparat keamanan dari kesatuan brimob Polda Aceh mengamankan pintu masuk dan sejumlah tutik area tempat debat kandidat calon gubernur Aceh, di Hotel Hermes, Banda Aceh, Kamis (22/12)Ishak Mutiara

Bila Langgar Aturan Debat

BANDA ACEH (RA) – Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Ridwan Hadi, mengatakan, setiap pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh hanya boleh membawa 20 orang pendukungnya pada debat kandidat yang digelar di Hermes Hotel, Banda Aceh.

Sesuai dengan peraturan KIP Aceh, para pendukung tersebut tidak diperbolehkan membawa Alat Peraga Kampanye (APK) dan atribut kampanye pasangan calon.

“Tidak boleh dan tidak bisa membawa (APK) atau mengenakan atribut pasangan calon. Dilarang. Harus dipahami, atribut kampanye pasangan calon,” kata Ridwan pada Rakyat Aceh di Kantor KIP Aceh, Banda Aceh, Kamis (22/12).

Ia menuturkan, jika ada pendukung salah satu pasangan calon (Paslon) yang kedapatan membawanya akan diberikan sanksi atau teguran hingga tidak bisa ikut pada debat-debat selanjutnya.

“Kalau ada yang melanggar, akan kita beri peringatan pada pasangan calon atau ketua tim kampanye. Karena dia yang bertanggung jawab,” jelasnya.

Ridwan menjelaskan, sebelumnya KIP Aceh telah melaksanakan pertemuan bersama tim kampanye semua Paslon dan intansi terkait untuk membicarkan dan menyepakati beberapa hal terkait debat kandidat.

“Kita juga sudah melakukan tehnical meeting yang dihadiri masing-masing tim kampanye semua pasangan calon, penyedia jasa televisi, kepolisian, TNI, KPI, Panwaslih dan Panelis. Kita lakukan kesepakatan-kesepakatan tentang bagaimana pelakasanaan debat kandidat yang akan dilaksanakan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, jika Paslon tidak hadir pada debat saat kandidat juga akan diberikan sanksi, yakni akan diumumkan ke publik agar diketahui masyarakat luas.

“Sanksinya akan kita umumkan ke publik. Bahwa pasangan calon tidak hadir,” ujarnya.
Ia berharap, semua Paslon dan para pendukungannya masing-masing bisa mematuhi dan mengindahkan peraturan tersebut, karena hal itu merupakan kesepakatan bersama. Jika tidak, bisa lebih berat lagi.

“Mudah-mudahan dipatuhilah. Sanksi peringatan, sampai tidak bisa ikut debat ke depan,” pungkasnya.(mag-68/mai)