Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 23 Dec 2016 04:06 WIB ·

Ratusan Warga Hadang Satpol PP


 Masyarakat menghadang pengusuran pasar oleh Satpol-PP di Gampong Panton Bayu, Darul Makmur, Nagan Raya, oleh, Kamis (22/12). 
IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH Perbesar

Masyarakat menghadang pengusuran pasar oleh Satpol-PP di Gampong Panton Bayu, Darul Makmur, Nagan Raya, oleh, Kamis (22/12). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

Tolak Pengusuran Pasar

SUKA MAKMUE (RA) – Ratusan warga menghadang petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Gampong Panton Bayu, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Massa sesaki jalan, agar petugas tidak melakukan pengusuran pasar setempat, Kamis (22/12).

Eksekusi pasar yang berlokasi di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT.Socfindo Seumanyam/Tripa itu, diisukan sudah sejak beberapa hari terahir, namun, kemarin baru turun petugas Satpol PP, dibantu Personel Polres Nagan Raya, setiba di lokasi, sekitar pukul 11.00 WIB.

Warga yang sudah kesal dengan petugas Satpop PP, nekat berdiri di tengah jalan, tidak kecuali ibu-ibu, bahkan massa sudah mempersiapkan bensin serta kayu, serta membentangkan bangku panjang di Jalan Simpang Geudong-Blang Luah itu.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar 30 meter menuju pasar. Petugas Satpol PP dan polisi jumlahnya hanya puluhan. Akhirnya, pimpinan Satpol PP serta polisi mendatangi massa berusaha memberikan penjelasan dan bernegosiasi.

Ketegangan sempat berlangsung selama sejam. Massa tetap menolak pengusuran. Kejadian tersebut mengundang perhatian pengguna jalan, bahkan arus lalu lintas sempat macet total.

Cegah terjadinya bentrokan, petugas memilih mundur dari lokasi pengusuran. Ketua Pasar Panton Bayu, Bustami mengatakan, pihaknya meminta pada pemerintah untuk tidak melakukan pengusuran pasar tersebut, karena lokasi pasar yang sudah ada sangat stregis, sebagai pusat perekonomian warga sehari-hari.

“Kita meminta pemerintah untuk melakukan tukar guling lahan HGU ini dengan lahan lain. Lokasi pasar ada untuk menjadi pasar Pemda Nagan Raya, dan pemerintah memberikan lahan lain untuk lahan perkebunan kelapa sawit PT.Socfindo Seumanyam/Tripa,” kata Bustami.

Kasatpol-PP dan WH Nagan Raya, Adi Nata Ibrahim mengatakan, pihaknya bersedia mundur untuk menghindari terjadinya keributan antara masyarakat dengan petugas di lapangan.

“Ini kita akan melakukan musyawarah dulu guna membahas terkait pembongkaran pasar tersebut. Itu tetap dibongkar, karena di lahan orang (HGU PT.Socfindo Seumanyam/Tripa),” katanya. Namun Adi tidak menyebutkan kapan upaya pengusuran kembali dijalankan. (ibr/mai)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

PLN ULP Tapaktuan Siagakan Personil Antisipasi Cuaca Buruk

23 May 2024 - 02:54 WIB

Pemkab Aceh Besar Gelar Pangan Murah untuk Warga Kecamatan Baitussalam

23 May 2024 - 02:50 WIB

BPBA Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi bagi Korban Kebakaran di Aceh Besar

23 May 2024 - 02:46 WIB

Setelah Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting, BKKBN Ajak Pangdam Iskandar Muda Bantu Tuntaskan Stunting di Aceh

22 May 2024 - 20:18 WIB

Rusak dan Amblas Ruas Jalan Provinsi, Warga Minta Pj Gubernur Aceh Turun ke Simeulue

22 May 2024 - 18:22 WIB

Kapolda Aceh Saksikan Simulasi Penerbangan Drone Ditsamapta Polda Aceh

22 May 2024 - 15:39 WIB

Trending di UTAMA