Edukasi Bencana Harus Diajarkan di Sekolah

Muhammad Raja (11) memegang foto Presiden Joko Widodo di bangunan sekolahnya. Foto itu selamat akibat gempa 6,5 SR, Rabu 7 Desember lalu, sementara sekolahnya SD Negeri Tampui, Pidie Jaya, hancur. ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Kepala Peneliti Studi Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Khairul Munadi, mengatakan, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai bencana kepada masyarakat secara luas, pemerintah seharus membuat kebijakan yang intensif serta berkelanjutan. Perlu adanya intervensi kebijakan yang ditopang dengan intervensi sosio-kultural.

“Upaya edukasi kebencanaan harus diwajibkan dalam pendidikan formal, baik terintegrasi dengan kurikulum maupun sebagai pendukung atau ekstra kurikuler. Selain itu, perlu juga keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama, sebagai upaya memberikan edukasi nonformal kepada masyarakat,” paparnya.

Ia menyebutkan, saat ini masih banyak pekerjaan rumah pemerintah untuk membangun kesadaran dan pemahaman bencana secara meyeluruh. Khusus tsunami, pengetahuan hal ini harus diberikan.

“Pemerintah perlu membangun kesadaran secara kolektif bahwa Aceh adalah daerah rawan tsunami. Menurut fakta saintifik, keberulangan tsunami di Aceh adalah keniscayaan. Hanya kita tidak tahu kapan waktu pastinya akan kembali terjadi. Oleh karena itu, kita dan anak cucu kita harus selalu siap siaga dan paham bagaimana menyelamatkan diri ketika tsunami. Pengetahuan tentang tsunami harus diturunkan lintas generasi,” jelasnya. (mag-68)