Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

UTAMA · 27 Dec 2016 08:40 WIB ·

Rakyat Aceh Larut Dalam Doa


 ZIARAH: Warga berziarah di kuburan massal tsunami Ulee Lheu, Banda Aceh, Senin (26/12).
ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH Perbesar

ZIARAH: Warga berziarah di kuburan massal tsunami Ulee Lheu, Banda Aceh, Senin (26/12). ENO SUNARNO/RAKYAT ACEH

BANDA ACEH (RA) – Peringati 12 tahun gempa dan tsunami, ratusan warga padati kuburan massal Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Senin (26/12). Selain ziarah, warga juga larut dalam doa, zikir dan mendengarkan tausiah Prof Farid Wajdi, Rektor UIN Ar-Raniry.

Ani (65), seorang warga mengaku setiap tahun mendatangi kuburan massal tsunami. Ia yakin anggota keluarganya di kuburkan massal tersebut.

“Saya sering dimimpikan, dalam mimpi anak saya mengatakan rumahnya di sini, makanya tidak hanya peringatan tsunami, ketika teringat anak dan cucu saya saya berdoa di sini,” kata Ani.

Warga Ulee Lheue itu korban tsunami yang kehilangan suami dan anak. Walau 12 tahun sudah tsunami berlalu, namun ia mengaku masih trauma.

Hal serupa juga dirasakan Mor (62) warga Ule Lheue, dirinya saat ini sendiri seluruh keluarga orang sekampungnya menjadi korban. “Saat bencana 100 orang kerabat dan saudara saya dipangil yang kuasa, makanya saya kemari,” katanya.

Ia mengaku sepanjang hidupnya tetap teringat bencana tsunami. “Karena saya selamat saat tsunami tersangkut di pohon kelapa depan masjid Peukan Bada,” katanya.

Menurut M Yacob, pengurus masjid Ulee Lheue, kuburan massal seluas dua kali lapangan bola itu menampung sekitar 14.500 korban tsunami. “Dulu ini bekas rumah sakit,” katanya. “Saya ikut sejak awal membantu menguburkan jenazah korban tsunami di sini.”

Doa dan zikir bersama juga berlangsung di sejumlah kabupaten dan kota. Di Nagan Raya, peringatan 12 tahun tsunami berlangsung di Masjid Jamik Baiturrahim, Gampong Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir. Usai berdoa, warga mendengarkan tausiah yang disampaikan Tgk Ibnu Arahas.

“Kita bersedih, karena kehilangan sanak keluarga dan harta benda, cobaan yang diberikan Allah ingatkan kita bahwa kehidupan dunia tidak kekal, nyawa, harta, keluarga, dan jabatan tidaklah kekal, semua itu hanya titipan Allah pada kita,” kata Bupati Nagan Raya, T.Zulkarnaini, Senin (26/12).

Ia berharap semua pihak introspeksi dan memperbanyak amal baik. Selain itu memperhatikan anak yatim dan fakir miskin. “Masih banyak anak-anak putus sekolah dan rumah ibadah yang belum sempurna,” kata Bupati.

Sementara itu, ratusan warga Kota Langsa juga larut dalam doa dan zikir di Masjid Syuhada, Gampong Meutia, Langsa Kota. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini ditutup dengan tausiah dari Abati Seuriget Tgk. Murdani Muhammad.

Ketua DPD BKPRMI Kota Langsa, Tarmizi mengatakan, kegiatan berjalan lancar. “Bahkan dalam renungannya saat membacakan zikir dan doa, masyarakat yang mencapai lebih kurang 500 orang ini larut dalam keharuan,” sebut Tarmizi. (mag-68)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Kadisdik Tekankan Pesan Mulia Himne Aceh pada Pembukaan Rakor DAK Fisik SMA dan SLB

22 June 2024 - 14:13 WIB

7 Jemaah Haji Asal Provinsi Aceh Meninggal Dunia di Arab Saudi

21 June 2024 - 15:19 WIB

Lionel Messi Pecahkan Rekor Penampilan Terbanyak pada Ajang Copa America

21 June 2024 - 15:11 WIB

Jadi Perampok, Tiga Oknum Personel Polrestabes Medan Buron, 12 Langgar Kode Etik

20 June 2024 - 15:01 WIB

80 Ribu Anak-anak Di Bawah Usia 10 Tahun Tercatat Memainkan Judi Online

20 June 2024 - 14:58 WIB

Beneran Nih??? 15 Oknum Anggota Polrestabes Medan Jadi Buron Kasus Perampokan

19 June 2024 - 15:48 WIB

Trending di UTAMA