Kadis Pengairan Segera Diadili

Ilustrasi

BANDA ACEH (RA) – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DIRESKRIMSUS) Aceh menetapkan Kepala Dinas Pengairan Aceh Besar, Ir. H. Azwar, MM bersama Pejabat Pelayanan Teknis Kegiatan (PPTK) Mualem, ST, MSi sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pembuatan tebing pengamanan Krueng Aceh di Lampaseh Krueng, Montasik, Kabupaten Aceh Besar.

Bersama dengan Kadis itu polisi juga menetapkan lima orang penerima pekerjaan dan empat pengawas lapangan sebagai tersangka, masing-masing, Sumardi, Israfil, Ramlan, Yusriadi, Hamdani, Tarmizi, Zaimud, Munir dan Rahmat.

Dir Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Zulkifli menjelaskan kasus ini telah melalui proses penyidikan selama dua tahun. Berkas perkara untuk tindak pidana korupsi proyek pengaman tebing Krueng Aceh di Desa Lampaseh Krueng itu, dinyatakan P21 (berkas lengkap). Karena itu, para tersangka akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

“Proyek itu sumber dana dari APBA dan dana Otsus Kabupaten Aceh Besar tahun 2013, dengan nilai kontrak Rp3.638.160.000, karena ada dugaan korupsi, kita langsung lakukan penyelidikan dan tahun ini kita dinyatakan P21 (berkas lengkap),” kata Kombes Pol Zulkifli didampingi Kasubdit III Tipikor, Kompol Risno.

Dijelaskannya, dalam kasus ini negara dirugikan sebesar Rp1.467.562.633 berdasarkan hasil audit BPKP.

“Proyek itu setelah kita cek di lapangan tidak sesuai spesifikasi, hingga dengan sekarang kondisi pengaman tebing yang mereka kerjakan roboh dan tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya,” sebutnya.

Disebutkannya, kasus ini mulai ditangani polisi mulai dari November 2014 tahun lalu, berawal dari kerurigaan Kadis Pengairan Aceh Besar dan kawan-kawan lainnya telah membiarkan pengalihan tanggung jawab dari tersangka Abdul Hamid (Direktur PT. Tity Nasa Daya) pada tersangka Nazarudin.
“Kedua tersangka itu telah divonis masing-masing 4 tahun dan 7 tahun penjara mereka saat ini sudah mendekam di penjara Kajhu, Aceh Besar, nah kasus itu berawal dari keterangan mereka, lalu kita panggil tersangka,”sebutnya.

Diungkapnnya, dari kedua tersangka, Abdul Hamid dan Nazarudin polisi menyita uang negara Rp17.000.000 lebih dan satu unit mobil RAV 4.

“Azwar sebagai penangung jawab dalam proyek ini, mungkin dalam waktu dekat ini kita langsung limpahkan ke pengadilan,”ungkapnya. (ibi)