Santri Desak Ungkap Aktor Penistaan Agama

Puluhan Santri menggelar aksi damai bela Islam di depan Mapolsek Simpang Kiri, Subulussalam, Jumat (30/12). KAYA ALIM/RAKYAT ACEH

SUBULUSSALAM (RA) – Meski sudah ditangkap Polisi tetap didesak mengusut tuntas siapa dibalik penistaan agama dilakukan Luhut (40) warga asal Sumatera Utara yang diamankan Polres Aceh Singkil, di di Jalan Syekh Abdurrauf, Desa Subulussalam Utara.

Luhut sudah puluhan tahun berbaur dengan masyarakat Kota Subulussalam mayoritas bergama muslim karenanya diduga ada membekinginya sehingga berani menghina agama Islam dan ulama melalui tulisan diposting di facebook miliknya.

Hal ini disampaikan puluhan santri saat menggelar aksi damai bela Islam digelar di depan Mapolsek Simpang Kiri, Jumat (30/12) “Kami mengutuk keras perbuatan Luhut yang telah menistakan agama kami. Mohon kepada Pak Polisi untuk mengusut tuntas karena kami menduga ada aktor dibelakang Luhut “ terias Suparman peserta aksi.

Massa juga mengapresiasi kinerja Polres Aceh Singkil yang sigap menangkap Luhut demi kedamaian Kota Subulussalam yang selama ini kondusif. Sebab, dengan jaringan media sosial semua masyarakat sudah mengetahui postingan luhut yang diduga menista agama dan jika tidak cepat ditangani maka berpotensi terjadinya kemarahan masyarakat muslim terhadap luhut.

Peserta aksi lainnya, Naswarli juga meneriakan hal sama. Menurutnya, tidak mungkin seorang Luhut berani menghina agama dimana tempat ia tinggal mayoritas muslim. Karenanya patut dicurigai siapa aktor dibalik kejadian itu sehingga bisa memecah belah masyarakat yang selama ini dikenal daerah damai.

“Kami sangat yakin ada aktor dibelakang Luhut dan kami mendesak pihak kepolisian untuk segera menyelidiki siapa aktor tersebut “ kata Naswarli.
Menanggapi tuntutan massa, Kapolsek Simpang Kiri, AKP Dede Kurniawan berjanji akan menyampaikan tuntutan masyarakat terkait kasus luhut. Dede juga mengatakan bahwa polisi tetap melaksanakan tugas secara profesional “ akan saya sampaikan kepada pak Kapolres “ singkat Dede.

Massa yang bergerak dari lapangan beringin dengan berpakaian putih itu mendapat pengawalan dari kepolisian. Sebelum membubarkan diri, massa menyerahkan selebaran ke Kapolsek Simpang Kiri untuk disampaikan kepada Kapolres Aceh Singkil yang berisi sejumlah tuntutan massa. Ini surat kami titip pak kepada pak Kapolsek agar diserahkan ke Kapolres “ kata Suparman. (lim/min)