Puting Beliung Sapu 11 Rumah Warga Singkil

ILUSTRASI Foto : JPNN.COM

SINGKIL (RA) – Hujan lebat disertai puting beliung melanda sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Singkil, sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (5/1). Tercatat, 11 rumah warga Desa Blok VI Baru dan Tulaan, Kecamatan Gunung Meriah rusak.

Selain rumah warga, atap dua gedung sekolah dasar di dua desa tersebut dihempas puting beliung hingga berterbangan. Pepohonan persis di depan SD Desa Blok VI Baru juga terlihat tumbang, sehingga menutupi bahu jalan sepanjang 10 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Kapolsek Gunung Meriah, AKP Adriamus ditemui di lokasi kejadian mengatakan dari 11 rumah warga yang terkena puting beliung, lima diantaranya rusak parah termasuk dua sekolah.

“Atap seng berterbangan dihantam puting beliung ditambah satu RKB juga ikut rusak,” kata Adriamus.

Adriamus belum bisa memastikan berapa jumlah kerugian yang dialami warga akibat puting beliung tersebut. “Belum bisa kita pastikan berapa kerugian yang dialami warga. Itu nanti orang BPBD yang lebih tau,” tambah Adriamus.

Tak hanya anging puting beliung yang melanda wilayah Aceh Singkil, satu hari terakhir wilayah tersebut kembali dilanda banjir sehingga mengakibatkan beberapa desa terendam. Pantauan Rakyat Aceh di lapangan, di Desa Cingkam dan Hendel, Kecamatan Gunung Meriah beberapa rumah sudah mulai digenangi banjir luapan sungai Cinendang.

” Belum ada yang mengungsi karena katinggian air masih rendah berkisar 40 centimeter,” ujar Adriamus.

Selain Kecamatan Gunung Meriah, tiga desa di Kecamatan Simpang Kanan juga mulai terendam banjir. Ketiga Desa tersebut Desa Ujung Limus, Tanjung Mas, dan Lipat Kajang. “Ketiga desa itu sudah mencapai ke rumah warga,” kata Idrus, warga Lipat Kajang.

Desa Pea Bumbung dan Ujung Bawang Kecamatan Singkil merupakan desa terparah. “Kalau hujan terus turun akan bertambah naik banjirnya,” kata Demon warga Pea Bumbung. (lim/mai)