Ribuan Rumah Terendam Banjir

BANJIR LUAPAN: Warga menggunakan perahu melintasi banjir di Singkil, Kamis (5/1). FOR RAKYAT ACEH

ALUE BILIE (RA) – Lebih dari 2000 rumah penduduk di Kecamatan Tripa Makmur dan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya terendam banjir akibat sungai Lamie, tak mampu menampung debit air dampak tingginya curah hujan. Sungai mulai meluap sejak pukul 17.00 WIB, Rabu (4/1).

Selain rumah, jalan Lamie menuju Langkak, Kecamatan Kuala Pesisi, serta Jalan Nasional Mulaboh-Medan, di kawasan Gampong Kuta Tring, Kecamatan Darul Makmur, juga digenangi banjir.

Arifin, warga Ujong Krueng, mengatakan ketinggian air mencapai 1 meter. Di desanya, puluhan rumah telah terendam. Walau banjir melanda, warga memilih bertahan di rumahnya untuk menjaga harta benda serta ternak.

“Kami tetap di rumah untuk menjaga barang-barang kami, karena bila kita ada di rumah, ketika air semakin tinggi nantinya kita dapat mengangkat kembali barang yang akan terendam banjir itu,” kata Arifin, Kamis (5/1).

Khairul, Sekretaris Gampong Ujong Krueng, melaporkan di desanya juga puluhan rumah terendam. “Jalan lintasan Limie Langkak juga mulai terendam banjir, dan terlihat air terus naik,” kata Khairul.

Banjir terparah terjadi di Kecamatan Tripa Makmur, sedikitnya tujuh gampong terendam. Aktivitas masyarakat lumpuh total. Selain mengenangi jalan, banjir juga merendam sejumlah Sekolah Dasar (SD) hingga aktivitas belajar terpaksa diliburkan, kemarin.

“Ada sekitar 2 ribu lebih rumah warga di tujuh gampong yang banjir dengan ketinggian 50 centimeter hingga satu meter. Sedangkan di ruas jalan Tripa Makmur 50 centimeter,” kata Nasruddin, Camat Tripa Makmur.
Menurutnya, warga yang terendam banjir tidak bersedia mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, melainkan bertahan di rumah sambil menjaga harta.

“Ada enam sekolah dasar di daerah ini diliburkan, karena terendam banjir luapnya sungai Lamie, serta jalan di daerah itu juga sulit dilewati kenderaan. Banjir ini akan terus meluas ke Gampong Drien Tujuh, Kuala Tripa, dan Gampong Babah Lueng,” kata Nasruddin. (ibr)