Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 7 Jan 2017 11:40 WIB ·

Volunteer Doctors Selesaikan Tugas di Pidie Jaya


 PEMBERSIHAN: Seorang anak menyaksikan pembersihan runtuhan bangunan akibat gempa di Leung Putu, Pidie Jaya. Ishak Mutiara/Rakyat Aceh Perbesar

PEMBERSIHAN: Seorang anak menyaksikan pembersihan runtuhan bangunan akibat gempa di Leung Putu, Pidie Jaya. Ishak Mutiara/Rakyat Aceh

Harianrakyataceh.com,Banda Aceh – Volunteer Doctors di bawah naungan Yayasan Relawan Muda Indonesia, yang berbasis di Jawa Barat, DKI Jakarta, DIY Yogyakarta dan Sulawesi Utara pada akhir Desember lalu sudah menyelesaikan tugasnya menangani korban gempa di Pidie Jaya, Aceh.

Kegiatannya berfokus di sosial kesehatan, baik dalam bentuk bantuan medis, hingga edukasi tentang medis. “Kami kesini bekerja sama dengan rumah Amal Salman ITB, turun tangan Aceh, dan Kelas Inspirasi Aceh juga,” kata dokter gigi, Annisa.

Pada 22 Desember lalu, tim Volunteer Doctors (3 dokter, 2 perawat, 1 dokter gigi) yang bekerja sama dengan Rumah Amal Salman ITB relawan dari Bandung telah mengadakan kegiatan balai pengobatan gratis di Balai Desa Kuta Pangwa, Kab. Pidie Jaya, Aceh.

Sebelumnya mereka melakukan assessment dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, BNPB, PMI, TNI, dan Dokter di Puskesmas Tringgadeng. “Akhirnya diputuskan ada 4 Desa yang direkomendasikan untuk kami kunjungi selama beberapa hari ke depan untuk diadakan balai pengobatan atau home visit terkait kesehatan yaitu Desa Kuta Pangwa, Rawasari, Tampuy, dan Meue,” kisahnya.

Kondisi di Pidie Jaya sendiri saat ini pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing, namun karena masih trauma untuk tinggal di dalam rumah jadi mereka memasang tenda di depan rumah dan tinggal disana sehingga penyakit ISPA menjadi tinggi saat ini.

“Kami berharap dengan adanya balai pengobatan yang kami lakukan dapat menunjang kesehatan para pengungsi dan bermanfaat bagi mereka,” lanjutnya didampingi dr. Dinan dan dr. Anty.

“Kami mau berterimakasih atas sambutan bapak dan rekan-kawan KWPSI saat kami tiba di Aceh ini.
Kami sangat senang saat niat kami di sini mendapat sambutan baik dari berbagai pihak. Semoga kebaikan bapak dan semua pihak yg memiliki itikad baik untuk Aceh dan semua masyarakat yang perlu bantuan senantiasa dibalas oleh Allah SWT,” tutupnya dalam rilis pada Rakyat Aceh. (red)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

LSM Datangi DPRK Bener Meriah

24 July 2024 - 15:59 WIB

Kesiapan Jelang Pilkada 2024, Polres Aceh Utara Gelar Latihan Dalmas

24 July 2024 - 15:52 WIB

Abu Razak Cek Progres Venue PON

24 July 2024 - 15:00 WIB

Tata Cara Wudhu Sesuai Sunnah

24 July 2024 - 14:47 WIB

Polda Aceh Tahan Mantan Pimpinan Bagian Kredit Bank Mandiri KCP Bener Meriah

24 July 2024 - 12:52 WIB

Polisi akan Tindak Truk Tangki Penyebab Tumpahan CPO di Jalan

24 July 2024 - 11:42 WIB

Trending di UTAMA