Mengaku Utusan Merah Sakti

Mantan Kadis di Subulussalam Ditipu Calo

SUBULUSSALAM (RA) – Keinginan menduduki jabatan strategis di pemerintahan berbagai cara pun dilakukan. Namun, tidak semua mujur dengan langkah tersebut dan berakhir kecewa.

Di Kota Subulussalam ada seorang mantan Kepala Dinas menyuguhkan sejumlah uang kontan kepada calo yang mengaku utusan Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti dan ternyata calo tersebut merupaka calo palsu.

“Ada mantan kepala dinas, tapi tak usah saya sebutkan namanya mendatangi saya dan mengaku menyerahkan uang kontan sebesar Rp 33 juta kepada seseorang mengaku utusan saya dan istri saya sambil menunjukkan foto saat menyerahkan uang. Katanya uang tersebut sudah ia berikan kepada calo tersebut agar mendapat jabatan,“ kata Merah Sakti dalam sambutannya saat melantik puluhan pejabat eselon II dan III perubahan SOTK di Gedung serbaguna Pendopo Wali Kota, Sabtu (7/1).

Kata Sakti, dia heran saat mantan Kepala Dinas tersebut mendatanginya untuk mempertanyakan hal tersebut “tujuh tahun saya menjabat Wali Kota dalam dua periode tidak pernah ada satu persen pun saya minta uang sebagai imbalan jabatan “ kata ujar Sakti.

Merasa tak pernah menyuruh, Sakti menyarankan mantan pejabat tersebut untuk melaporkan hal itu ke polisi agar diselidiki “dalam hati saya, kok bego ni orang langsung mempercayai seseorang yang belum dikenal langsung menyerahkan uang,“ aku Sakti.

Setelah mendapat penjelasan dari Merah Sakti, mantan Kepala Dinas tersebut sadar bahwa dirinya telah ditipu calo palsu yang mengaku utusan merah sakti dan istrinya.
Tak hanya itu, baru baru ini Merah Sakti mengaku mendapat informasi saat dirinya berada di Kecamatan Penanggalan ada seseorang juga merupakan mantan Kepala Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan kini nonjob mengalami nasib yang sama.
“Jangankan menyuruh menelpon, setelah dilantik menjadi Kepala Dinas meminta uang pun tak pernah saya lakukan. Coba tanya ke mereka yang saat ini sudah menduduki jabatan kepala dinas, pernah tidak saya meminta imbalan “ kata Sakti.

Sakti pun berpesan kepada PNS untuk tidak melayani orang menjual namanya dengan janji jabatan. Menurut Sakti, yang ia lihat untuk dijadikan sebagai pejabat adalah dengan berkinerja baik dan mempu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Untuk apa anda sibuk untuk melobi jabatan. Bagi saya cukup tunjukkan kinerja anda yang baik dan bertanggungjawab pasti anda akan saya promosikan dijabatan yang baru,“ tegas Sakti. (lim/min)