Polisi Ciduk Perampok Tambang Emas

Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi memperlihatkan barang bukti senpi AK 56, Ahad (8/1). IBRAHIM ISTRA/RAKYAT ACEH

SUKA MAKMUE (RA) – Tim Gabungan Polda Aceh dan Polres Nagan Raya menangkap Kamaruzzaman alias Pak Woo (46), warga Gampong Padang Parom, Kecamatan Seunagan dan Ajidin alias Aji (36), warga Gampong Kandeh/Kila, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya. Penangkapan dilakukan di dua tempat terpisah pukul 12.30 WIB, Sabtu (7/1).

Kedua pria yang ditangkap itu diduga terlibat dalam kasus perampokan di tambang emas dengan mengunakan senjata api di kawasan Gampong Krueng Neuang, Kecamatan Beutong, Nagan Raya pukul 00:30 WIB, Rabu 5 Oktober 2016.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku berhasil merampok emas 148 gram dengan harga jual ditaksir mencapai Rp70 juta. Fadli, korban perampokan lantas melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi dengan nomer laporan LP/349/x/2016.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi,SH MH mengatakan, dalam Penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sepucuk senjata api jenis AK 56, bersama 74 butir amunisi AK yang masih aktif, satu magazen senpi AK 56, empat unit Hp, serta satu lembar bendera bulan bintang.

“Penangkapan dua pelaku yang diduga terlibat kasus perampokan itu dengan melakukan penyelidikan yang cukup lama, sehinga kasus ini berhasil diungkap polisi,” kata AKBP Mirwazi didampingi Kasat Reskrim, AKP Iswar, Ahad (8/1).

Ia menjelaskan, awalnya, polisi menangkap Kamaruzzaman di kediamannya Gampong Padang Parom, Nagan Raya. Hasil penyidikan tersangka pertama, polisi menangkap Ajidin di rumahnya Gampong Kandeh/Kila, Kecamatan Seunagan Timur, pukul 18.30 WIB, dihari yang sama.

Tidak hanya itu, polisi juga melakukan pengeledahan di rumah tersangka kedua, Ajidin, di sana, petugas menemukan sepucuk senjata api jenis AK 56 yang dibungkus dengan plastik kemudian ditanam dalam tanah di salah satu kamar rumahnya, dan ditutupi dengan kayu serta di atasnya diletakkan senso rusak.
Polisi terus melakukan pengeledahan, akhirnya menemukan kembali 74 butir amunisi AK yang masih aktif, satu magazen senpi AK 56 satu, satu lembar bendera bulan bintang yang bungkus dengan plastik dimasukan dalam pohon pinang di belakang rumahnya.

Dalam pengembangan dua tersangka ini, polisi masih memburu dua rekannya yang diduga terlibat dalam aksi kriminal itu.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, senjata ini merupakan peninggalan konflik Aceh lalu. Kedua tersangka ini akan dijerat pasal berlapis, yaitu, memiliki senjata api tanpa izin dengan ancaman 20 tahun ke atas, sedangkan melakukan perampokan 12 tahun,” kata AKBP Mirwazi yang didampingi Kabag Ops, Kompol Burhanuddin. (ibr/mai)