Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

METRO ACEH · 11 Jan 2017 07:07 WIB ·

Ini Perkembangan Kasus Penggeranatan Bener Meriah


 ILUSTRASI Perbesar

ILUSTRASI

REDELONG (RA) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penggranatan mobil dinas anggota DPRK Bener Meriah, Mansur Ismail, menghadirkan tiga saksi. Para saksi yang hadir Pengadilan Negeri (PN) Redelong Bener Meriah itu Harianto, Adiatma dan Mirja.

Saksi Harianto dalam persidangan itu menyampaikan, sebelum terjadinya ledakan yang menewaskan tiga orang tersebut, ia melihat pengendara sepeda motor dengan menggunakan jenis honda Beat menyalip mobil, serta memasukkan tangan, tak lama kemudian mobil meledak.

Disebutkannya, setelah terjadinya ledakan, ia juga melihat empat orang dari mobil dinas itu dengan kondisi terluka dan bersimbah darah. Salah seorang diantaranya, merupakan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), beserta istri dan kedua anaknya. Korban merupakan keluarga dekat dari Mansyur Ismail anggota DPRK Bener Meriah dari Partai PAN.

Harianto mengaku, ketika menghampiri mobil yang digranat tersebut, melihat tiga penumpang masih berada di dalam mobil dengan kondisi luka berat. “Saya melihat seorang ibu mengalami luka pendarahan di tangan kanan dalam kondisi hancur, serta kaki juga darah mengalir deras, sedangkan anaknya saya lihat sudah dalam kondisi meninggal dengan kondisi kaki sebelah kanan putus dan kepala si anak pecah,” ujar Harianto, Selasa (10/1).

“Saya mau angkat sopir (Aulia Tahar), tetapi tidak bisa karena kedua kakinya sudah melekat pada per jok mobil, saat itu kondisinya sangat sekarat,” kata Harianto.

Harianto menyampaikan, setelah kejadian korban penggranatan baru mendapat pertolongan setelah 30 menit dibawa menggunakan mobil jenis pick up. Dalam sidang tersebut, terdakwa tidak membatah keterangan saksi Aidil Fitriadi, bahkan membenarkan kesaksiannya. Sidang lanjutan penggranatan akan kembali digelar dengan agenda mendengar keterangan saksi ahli, Selasa (17/1). (mag-70/mai)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

KSPPS Baitul Qiradh Baiturrahman Sepakat Perkuat Peran Sosial

12 June 2024 - 20:02 WIB

Dua warga Banda Aceh Ditangkap Polisi Karena Curi Mesin Speed Boat

9 June 2024 - 13:27 WIB

Prodi S1 Teknik Mesin USK Meraih Dana Hibah PKKM 2024 Senilai Rp 1,3 M

29 May 2024 - 13:36 WIB

Kakanwil Meurah Budiman Dorong Setiap Kepala UPT Miliki Strategi Besar Dalam Pencegahan Pungli dan Gratifikasi

29 May 2024 - 11:31 WIB

M Anshar dan Eko Densa Terpilih Jadi Ketua dan Sekretaris Pewarta Foto Indonesia Aceh

11 May 2024 - 18:44 WIB

Pengurus ICMI Aceh Diminta Banyak Ingat Kematian, Harta Tidak Dibawa Mati

3 May 2024 - 15:20 WIB

Trending di METRO ACEH