Barang bukti berupa mobil dan BBM 93 jerigen yang diduga ilegal diamankan di Mapolres Nagan Raya, Rabu (11/1). For Rakyat Aceh

SUKA MAKMUE (RA) – Polres Nagan Raya menyita tiga ton Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar diduga ilegal dari dua tempat terpisah di Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Selasa (10/1) malam. Jumlah itu merupakan akumulasi dari 93 jerigen yang telah diamankan.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Mirwazi,SH MH mengatakan, penangkapan BBM yang diduga ilegal itu berdasarkan laporan masyarakat setempat yang mengetahui ada mobil yang membawa solar tanpa dokumen.
Mendapat informasi itu, ia mengarahkan anggotanya yang sedang patroli di Gampong Blang Leumak, Kecamatan Beutong, untuk mengambil tindakan. Hasilnya, ditemukan tiga unit mobil yang mambawa BBM tanpa dokumen. Bersama barang bukti tersebut, polisi juga memboyong tiga tersangka ke Mapolres.

Kapolres berharap warga tidak lagi membawa solar tanpa dokumen atau ilegal, sebab tindakan itu melanggar hukum. “Kasus penangkapan sebanyak tiga ton bahan bakar minyak jenis solar ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan polisi,” kata Kapolres AKBP Mirwazi, Rabu (11/1) sore.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Iswar,SH mengatakan, polisi awalnya menangkap mobil Toyota Hilux nomor polisi BL 7520 NO dan mobil Taf 4×4 BL 512 LW yang masing-masing membawa 31 jerigen atau satu ton BBM yang diduga ilegal.
Mobil Toyota Hilux nomor polisi BL7520 NO dikemudikan Hj (36) warga Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, sedangkan mobil Taf 4×4 BL 512 LW dibawa Sy (38) warga Beutong, Nagan Raya.

“Mereka ditangkap kawasan Gampong Blang Leubak, Kecamatan Beutong ketika dua tersangka itu sedang dibawa BBM tersebut ke hutun di daerah itu,” kata AKP Iswar.
Dari pengembangan dua tersangka itu, polisi kembali menangkap satu unit mobil Rocky BL 617 AU yang membawa 31 jerigen atau satu ton BBM di jalan menuju Karyan, Kecamatan Beutong, mobil tersebut dikemudikan Aw (43), warga Beutong, Nagan Raya.

“Kasus ini sedang kita kembangkan guna mengatahui dari mana dan kemana akan dibawa BBM yang diduga ilegal itu, sedangkan tersangka akan dikenakan hukuman 4-5 tahun penjara,” kata Kasa AKP Iswar,SH. (ibr/mai)