Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

INTERNASIONAL · 12 Jan 2017 10:44 WIB ·

Donald Trump Bersengkongkol Dengan Rusia?


 Donald Trump Bersengkongkol Dengan Rusia? Perbesar

Harianrakyataceh  – Donald Trump akhirnya berhadapan langsung dengan media. Rabu waktu setempat (11/1) atau dini hari tadi, tokoh 70 tahun yang terpilih sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) tersebut menggelar jumpa pers. Menjelang acara itu, desas-desus tentang informasi rahasia yang dikompromikan Trump dan Kremlin serta rumor golden shower mengemuka.

Dua lembar dokumen yang berisi rangkuman aktivitas rahasia Trump dan Kremlin mendadak mendominasi perbincangan publik sejak awal pekan ini. Bukan hanya masyarakat AS, melainkan juga seluruh penduduk dunia. Dokumen singkat itu mengungkap persekongkolan Trump dan Kremlin yang sudah terjalin selama sekitar lima tahun. Bukan hanya dalam bidang bisnis, Trump dan Kremlin juga bersekongkol di ranah politik.

Kremlin, kabarnya, mengantongi banyak kartu penting Trump. Dan, mereka bisa menggunakannya untuk memeras sang calon penguasa Gedung Putih tersebut. Tapi, sejauh ini, Kremlin tidak pernah mengungkap borok Trump karena mereka telah bersepakat untuk mencuri pilpres dari Demokrat. Dan, mengantarkan Trump ke kursi presiden menjadi tujuan utama persekongkolan itu.

’’Berita bohong. Murni kejahatan politik,’’ tulis Trump dalam akun Twitter-nya Selasa malam waktu setempat (10/1). Untuk menunjukkan amarahnya, dia sengaja menuliskan kata-kata itu dalam huruf kapital. Tak lama setelah itu, Kremlin pun menerbitkan respons yang sama. Rusia membantah keras tudingan bahwa pihaknya menggunakan informasi intelijen sebagai senjata untuk berkompromi dengan Trump.

Namun, kabar yang telanjur tersebar luas lewat berbagai media itu tidak mudah dikendalikan. Kendati kredibilitas sumber kabar kontroversial itu belum bisa dipastikan, masyarakat Washington kadung menjadikannya rumor. Yang paling menarik, tentu saja, kabar tentang pesta seks dan golden shower yang dilakukan Trump bersama sejumlah pekerja seks komersial (PSK) di dua kota terbesar Rusia.

Kemarin FBI memerintah timnya menyelidiki kabar yang simpang siur tersebut. Para tokoh CIA juga meminta rumor itu ditindaklanjuti. Sebaliknya, Kremlin menganggapnya tidak perlu. ’’Ini hanya isapan jempol. Isu ini sengaja diembuskan untuk mengacaukan hubungan dua negara di bawah kepemimpinan presiden baru,’’ terang Kremlin secara tertulis.

Karena itu, media berharap jumpa pers perdana Trump sejak terpilih sebagai presiden tersebut dilengkapi sesi tanya jawab. Sebab, para reporter bakal menggunakan kesempatan itu untuk mengonfirmasi kabar miring tentang taipan Manhattan tersebut. Terutama tentang isu golden shower (aktivitas seksual yang melibatkan aksi buang air kecil) yang konon terjadi di salah satu hotel mewah Kota Moskow.

Namun, tim transisi Trump yang tanggap isu, tampaknya, tidak akan memberikan kesempatan bagi media untuk mengulas kabar miring tersebut. Maka, sejak kemarin, mereka menegaskan bahwa dalam jumpa pers tersebut, Trump hanya akan berbicara tentang rencana bisnisnya setelah menjadi orang pertama Gedung Putih nanti. Demi menghindari konflik kepentingan, Trump akan menarik diri dari kerajaan bisnisnya.

’’Kuasa hukum saya sedang menyusun dokumen hukum yang akan menjadi landasan pengunduran diri saya dari dunia bisnis,’’ kata Trump beberapa waktu lalu. Rencananya, suami Melania Knauss itu menyerahkan bisnisnya kepada dua putranya yang sudah dewasa. Yakni, Donald Trump Jr dan Eric Trump. Dan, selama Trump menjadi presiden, kerajaan bisnisnya tidak akan menjalin kerja sama baru dengan pihak mana pun.

Sampai desas-desus Trump dan Kremlin muncul pada akhir pekan lalu, skenario bisnis pemilik Trump Tower itu menjadi hal terpenting bagi publik AS. Sebab, jika ayah Ivanka tersebut tetap mengelola bisnisnya sembari memimpin Negeri Paman Sam, masyarakat khawatir pengganti Presiden Barack Obama itu memerintah AS layaknya menjalankan bisnis. Meskipun, konstitusi AS tidak melarang hal tersebut secara tertulis. (AFP/Reuters/BBC/hep/c19/any/tia)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Dua Dosen UIN Ar Raniry Diundang Seminar di Thammasat University Bangkok, Thailand

12 July 2024 - 17:45 WIB

Israel Bikin Murka PBB dan Kelompok Kemanusiaan Setelah Menghancurkan Terowongan Gaza

12 July 2024 - 16:03 WIB

Tega! Israel Buang Limbah ke Aliran Mata Air yang Digunakan Warga Palestina untui Minum

2 July 2024 - 15:57 WIB

Rumah Sakit di Gaza Tutup Akibat Krisis Bahan Bakar

1 July 2024 - 14:45 WIB

Fachrul Razi Bertemu Ketua Harian DPP Gerindra Prof Sufmi Dasco di Korea Selatan

1 July 2024 - 11:39 WIB

Aceh dan KFU Kazan Tandatangan Nota Kesepahaman Kerjasama

30 June 2024 - 20:32 WIB

Trending di INTERNASIONAL