PLN Tegaskan Tidak ada Kenaikan TDL

T Bahrul Halid

BANDA ACEH (RA) – Kementerian ESDM memastikan tidak akan ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Namun hanya ada penyesuaian tarif per 1 Januari 2017 bagi pelanggan rumah tangga mampu.

Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Aceh, T Bahrul Halid, menyampaikan bahwa informasi tentang adanya kenaikan TDL di masyarakat tidak benar. Hanya ada penyesuaian tarif per 1 Januari 2017 pada pelanggan 900 VA ke 1.300 VA.

Bahrul menjelaskan bahwa pelanggan 900 VA itu merupakan pelanggan rumah tangga mampu (RTM) yang subsidinya dicabut.

Kementerian ESDM bahkan sudah menggelar sosialisasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran dan Mekanisme Pengaduan, Selasa, 10 Januari 2017 di Medan, Sumatera Utara.

Pada acara itu, Kasubdit Harga Tenaga Listrik Dirjend Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu didampingi Kepala Divisi Niaga PT PLN Pusat Benny Marbun, menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik, seperti pemberitaan berbagai media.

Perlu dipahami, jika yang ada adalah penyesuaian tarif listrik pada pelanggan 900 VA RTM yang sudah dicabut subsidinya dinaikan menjadi golongan tarif 1.300 VA.

Menyangkut dengan program subsidi tepat sasaran, adalah berdasarkan UU No 30/2007 tentang Energi, UU No 30/2009 tentang Ketenagalistrikan, hasil kesimpulan Raker Menteri ESDM dengan DPR RI pada 22 September 2016 yang menyetujui pencabutan subsidi listrik 900 VA bagi golongan rumah tangga yang ekonominya mampu dengan data akurat.

Pada kesempatan itu, Jisman juga menyampaikan bahwa penerbitan Peraturan Menteri ESDM dalam rangka subsidi listrik tepat sasaran 900 VA dengan Permen ESDM No 28/2016 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PLN untuk 900 VA RTM mulai 1 Januari 2017 tarifnya disesuaikan tarif keekonomian dan 900 VA rumah tangga miskin tetap diberikan subsidi. Lalu, Permen ESDM No 29/2016 tentang mekanisme pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga.

Jisman menjelaskan, dalam penyesuaian tarif tenaga listrik (TTL) 900 VA RTM, secara bertahap akan naik. Mulai pada Desember 2016 sebesar Rp 586, Januari-Februari Rp 774, Maret-April Rp 1.023 hingga Mei-Desember Rp 1.352 sesuai tarif tenaga listrik keekonomian.

Kepala Divisi Niaga PT PLN Pusat Benny Marbun juga turut menjelaskan bahwa dari hasil pemadanan data PT PLN rumah tangga miskin dan rentan miskin 900 VA sebanyak 3,9 juta pelanggan dan sekitar 196.000 pelanggan perlu validasi dari total 4,1 juta pelanggan. 196.000 pelanggan itu tergolong pada pelanggan baru miskin yang belum dialiri listrik atau orangnya tidak ada sudah pindah rumah ataupun meninggal,” jelasnya.

Benny dalam penjelasannya menuturkan bahwa subsidi tepat sasaran ini hanya bagi 900 VA RTM, sedangkan pada konsumen 900 VA lainnya sosial, UMKM, bisnis kecil dan industri kecil, kantor pemerintahan masih tetap bersubsidi.

Subsidi tersebut lebih kepada pemberian subsidi kepada yang berhak dan tepat sasaran sesuai program pemerintah. Itu yang perlu kita pastikan sesuai dengan kriteria rumah tangga miskin dari Kementerian Sosial melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Selama ini, menurut Benny ada ketimpangan antara penerima subsidi dengan yang mampu dan miskin. Untuk itulah akan diperbaiki. Sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, pendataan harus dilakukan secara hati-hati. Maka itulah, PLN bersama tim TNP2K melakukan pendataan dengan cermat. (medanbisnisdaily/jpnn/slm)