Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

LHOKSEUMAWE · 16 Jan 2017 07:06 WIB ·

Tiga Kilometer Jalan A13 Tanah Luas Kupak-Kapik


 Jalan penghubung Kecamatan Tanah Luas ke Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, rusak parah tanpa perbaikan dari Pemerintah setempat, Ahad (15/1).
ARMIADI/RAKYAT ACEH Perbesar

Jalan penghubung Kecamatan Tanah Luas ke Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, rusak parah tanpa perbaikan dari Pemerintah setempat, Ahad (15/1). ARMIADI/RAKYAT ACEH

ACEH UTARA (RA) – Sekitar tiga kilometer Jalan A13 di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, selama ini mengalami rusak parah tanpa kepedulian Pemerintah. Kerusakan sudah terjadi sekitar 5 tahun, tapi pemerintah terkesan tidak peduli kondisi jalan di lingkungan bekas ExxonMobil.

“Kalau tidak hati-hati, kita akan terperosok kedalam lubang jalan yang kupak kapik. Ketika hujan maka badan jalan digenangi air hujan seperti kubangan kerbau,”sebut Ricky (38) warga Tanah Luas, Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Kata dia, sepanjang jalan mengalami rusak parah dan sebenarnya sangat berbahaya bagi pengendera kenderaan roda dua dan roda empat. Namun, kondisi jalan menghubungkan sejumlah gampong di Kecamatan Tanah Luas dan Lhoksukon seakan tidak ada yang peduli. Padahal jalan itu, merupakan jalur transportasi masyarakat yang digunakan selama ini ke Ibukota Aceh Utara di Kecamatan Lhoksukon.

Hal senada disampaikan Zakaria (40) warga Lhoksukon. Dia mengatakan, jalan itu merupakan jalur transportasi yang digunakan oleh perusahaan raksasa ExxonMobil ketika masih berjaya di Aceh. “Seharusnya, mereka harus bertanggungjawabkan dengan membangun kembali jalan yang rusak parah tersebut,”tegasnya.

Menurut dia, kalau kita hitung—hitung dari hasil Migas dikelola selama puluhan tahun, tidak seberapa dengan biaya untuk membangun jalan-jalan rusak di lingkungan perusahaan tersebut. Baik di Kecamatan Lhoksukon, Tanah Luas, Nibong, Matang Kuli maupun kecamatan lainnya di Aceh Utara. (arm/min)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Darurat Judi Online, Korem Lilawangsa Razia Handphone Prajurit TNI

21 June 2024 - 23:19 WIB

Cegah Judi Online, Kodim 0103/Aceh Utara Sidak Handphone Prajurit Dan PNS

21 June 2024 - 18:11 WIB

Polda Aceh Mutasi Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe “Bersama Kasat Lantas dan 4 Kapolsek”

20 June 2024 - 18:03 WIB

IKA Unimal Segera Gelar Mubes 

16 June 2024 - 14:17 WIB

Rudapaksa Anak Dibawah Umur dan Sebarkan Foto Bugil, Oknum Guru Ngaji Ditangkap

14 June 2024 - 20:42 WIB

ILC Menjadi Interprestasi Harapan Baru Kota Lhokseumawe

14 June 2024 - 17:35 WIB

Trending di DAERAH