Tiga Kilometer Jalan A13 Tanah Luas Kupak-Kapik

Jalan penghubung Kecamatan Tanah Luas ke Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, rusak parah tanpa perbaikan dari Pemerintah setempat, Ahad (15/1). ARMIADI/RAKYAT ACEH

ACEH UTARA (RA) – Sekitar tiga kilometer Jalan A13 di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, selama ini mengalami rusak parah tanpa kepedulian Pemerintah. Kerusakan sudah terjadi sekitar 5 tahun, tapi pemerintah terkesan tidak peduli kondisi jalan di lingkungan bekas ExxonMobil.

“Kalau tidak hati-hati, kita akan terperosok kedalam lubang jalan yang kupak kapik. Ketika hujan maka badan jalan digenangi air hujan seperti kubangan kerbau,”sebut Ricky (38) warga Tanah Luas, Aceh Utara, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Kata dia, sepanjang jalan mengalami rusak parah dan sebenarnya sangat berbahaya bagi pengendera kenderaan roda dua dan roda empat. Namun, kondisi jalan menghubungkan sejumlah gampong di Kecamatan Tanah Luas dan Lhoksukon seakan tidak ada yang peduli. Padahal jalan itu, merupakan jalur transportasi masyarakat yang digunakan selama ini ke Ibukota Aceh Utara di Kecamatan Lhoksukon.

Hal senada disampaikan Zakaria (40) warga Lhoksukon. Dia mengatakan, jalan itu merupakan jalur transportasi yang digunakan oleh perusahaan raksasa ExxonMobil ketika masih berjaya di Aceh. “Seharusnya, mereka harus bertanggungjawabkan dengan membangun kembali jalan yang rusak parah tersebut,”tegasnya.

Menurut dia, kalau kita hitung—hitung dari hasil Migas dikelola selama puluhan tahun, tidak seberapa dengan biaya untuk membangun jalan-jalan rusak di lingkungan perusahaan tersebut. Baik di Kecamatan Lhoksukon, Tanah Luas, Nibong, Matang Kuli maupun kecamatan lainnya di Aceh Utara. (arm/min)